2 Days in Jogja

Having fun in Jogja for 2 days

Suddenly Become A Model

A woman offered her to be her model when she wanted to watch only

Photo shoot - Sehari Bersama Jasmine

Pemotretan untuk iklan perumahan

Blank

A poem of loneliness

Pelupa pada anak

Kisah lucu pelupanya Jasmine

Showing posts with label Activities. Show all posts
Showing posts with label Activities. Show all posts
Labels: ,

Listrik Mati.. Mati Gaya!

Kalo ditanya apa aja yang menyenangkan saat mati lampu, pasti jawabannya langsung, "ga ada".  Karena emang paling engga enak. Bayangin betenya karena ga bisa nonton TV, susah buat masak, penglihatan terbatas, boros pengeluaran karena harus mengeluarkan biaya lilin ( dan gak mungkin beli cuma 1-2 biji. Paling engga 1 pak yang bisa habis kurang dari 1 hari. Itu juga udah pake lampu emergency. Lampu tempel ada juga. Tapi males gunain. Karena selain terbatasnya penjualan minyak tanah, kalo kita tempel di tembok dan kita tertidur, udah dipastikan besok pagi muka kita kaya nenek brondong yang legam dan berminyak. Ckckck

Tapi yang terpenting dari ketidak-enakan itu yaitu.. Ga bisa ngecas! Whoaaaa :'( mati gaya kan? Semua gadget mati, mulai dari hape, tablet, power bank, laptop (dimana option terakhir buat ngecas yang di pake si kaka sampe mati). Kelimpungan deh #sigh

Sudah 2 hari (dimulai dari jam 11 siang kemarin) listrik mati. Penyebabnya cuma 1. Gardunya kerendem banjir. Setengah hari mati lampu aja kayaknya kita udah kelabakan. Lah ini.. Sampe 2 dari 4 hari (Kata pak RW). Mabokkk.. Untungnya ga pake acara banjir pula. Ga bisa bayangin deh :#

Sebenernya hari ini ga perlu terlalu pusing mikirin cas-an karena pasti akan ngecas di kantor. Tapi karena kantor tutup disebabkan banjir yang menutup jalan sampe dengan 70cm di daerah Kelapa Gading - Sunter Dan sekitarnya, saya ga bisa ke kantor. Wong ga ada angkutan umumnya (Seneng sih, tapi pura2 sedih :p) Yowes saya berbalik arah menuju rumah saudara yang sudah dipastikan menyala listriknya buat numpang ngecas. Semua gadget udah dibawa Dan cuss.. Sampe sana langsung manfaatin semua aliran listrik. Hihihii

Jam 12 siang keliatannya semua sudah terisi full, saya pamit pulang. Sampe di rumah masih juga mati listriknya. Byuhh.. Anak-anakku yang cantik sedang bermain-main Diantara gelapnya kamar yang cuma ada penerangan sedikit dari jendela. Kasian..

Oh ya, sore hari saya baru ingat si kaka belum digosok baju pramukanya padahal besok mau dipake. Waduh.. Putar otak mungkin saya harus ke rumah kaka yang lumayan jauh cuma buat setrika baju dan cas sekalian. (Cas lagi.. Eaaa). Tapi kaka-ku malah dateng ke rumah. Dobel waduh.. Akhirnya ke rumah tetangga jauh yang menyala listriknya. Duh listrik.. Nyala doongg.. Usaha banget nih.. Mana si kaka mesti kerjain PR pakai senter.. Kesian :(

Jam 8 , saat udah kumpul di kamar, kaka main laptop sebelum tidur bersama Dede Dan saya yang menulis cerita ini, tiba-tiba.. Pyar! Lampu menyala. Yippyyy.. Kabar 4 hari mati listrik ga benar. Alhamdulillahh.. Kehidupan kembali terlihat terang hati senang ^_^

0 comments
Labels: ,

Why Instagram Block Me?

It's just happened today.
Like usual, after update photos in my online shop blog, everyday I should promo in other social media, @wallsstickers in Instagram. Once update new photos, I usually would comment to every status from whom I following. But it's kinda surprise me because Instagram "gave" me something.

Action Block from Instagram

ACTION BLOCKED
"Based on previous use if this feature, your account has been temporary blocked from taking this action. This block will expire this Saturday. We restrict certain content and actions to protect our community. Tell us if you think we made a mistake."

Wowww... what did I do? 

I have read people's comment when they were promoting their Instagram, like "hurry up before Instagram lock us!". but I don't know what was that mean. 

It's quite long I have created Instagram but never use it as social media. Install, uninstall, re-install, just like that. But now I have my own online shop and use it to increase sales. I was wondering what is that warning mean?

So, in curiosity, I choose Tell Us rather Ignore. And this what I got.

After I choose Tell Us

Right in seconds before I fill that form, I think I should admit that I might be wrong. So I open Instagram privacy then Community Guidelines for convince myself and this is what they say:




What not to do:

1. Don't share any photos or videos that aren't yours
2. Don't share any photos or videos that show nudity or mature content
3. Don't share photos or videos of illegal content
4. Don't spam
5. Don't be rude
6. Don't promote or glorify self-harm

Well, since I share my own photos and no videos, neither showing nudity or mature content, not even illegal ones or rude, I think I should admit that it is "don't spam".
What can I say, to gain more people to follow me, there would be self-promotion right? It should be happened to many online shop owner in Instagram. We comments, promotes our own shop and people we notice then follow and hopefully will buy. And that's what happen with me. Thanks God for that.

But that self-promote too much in every comments we made to increase our sales, is not allowed in Instagram. Too many comments, too many Likes, too fast, can be called Spam . Those will annoy people and Instagram don't want that happen. That's why they use block to warn us to not do that again. Even though they still allow us to update photos or videos.

Do you think it's work since it's only block us for 2 days or 24 hours? I don't think so. But at least I should to be careful for now, so they won't block me for twice.

5 comments
Labels: , , , ,

Mempersiapkan Si Kecil di Lomba Model pertamanya

Model, model, model

Ada alasan mengapa saya ingin mengikut sertakan anak-anak dalam berbagai perlombaan, khususnya model dan pemotretan. Setelah Jasmine, yang pengalamannya pernah saya tulis di photo shoot sehari bersama jasmine, kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang lomba fashion show adiknya, yakni Alya. Sebelum lomba ini, Alya memang pernah ikut fashion show secara tidak disangka-sangka. Baca artikel : suddenly become model.

Ini adalah lomba pertama Alya. Mereka memiliki beberapa tema untuk lomba. Ada glamor, santai dan fotogenik. Karena baru pertama kali, saya hanya memilih tema kasual dan fotogenik. Saya masih buta tentang lomba ini, tetapi mereka menjelaskan bahwa tema kasual hanyalah fashion seperti hari hari biasa. Jadi kami mulai mempersiapkan :
  • 2 stel t-shirt
  • 1 pc rok balet
  • 1 pc sepadu boot
  • 1 set aksesoris; gelang kalung, anting mutiara
  • sepasang ikat rambut pita
  • make up.

Dalam gambar akan seperti:



Lucu ya? kami mengajarinya cara berjalan di catwalk, tersenyum dan berpose. Dengan melihat sikap dan aksinya setiap hari di rumah dan memiliki sedikit pengalaman di fashion show, kami percaya bahwa Alya dapat bersaing dengan kontestan lainnya.

Kami datang ke mal sekitar 2 jam sebelum acara. Kita hanya ingin membaca situasi karena bagaimanapun, ini adalah kali pertama mengikut sertakan anak dalam lomba fashion show. Beberapa kontestan sudah mengambil posisi tempat duduk, bahkan ada yang sudah di make-up. Disini kita bisa melihat bahwa banyak dari mereka sudah mempunyai pengalaman dan dunia model. Bahkan dilihat dari cara mereka berbicara dengan pimpinan manajemen, saya menjadi tahu bahwa mereka sudah saling kenal satu sama lain. Bahkan memang sudah sering ikut perlombaan seperti ini.

Waktu berjalan, jam demi jam dan model demi model mulai berlaga di atas catwalk.  Terlihat Alya sudah mulai jenuh. Acara yang dimulai pukul 9 pagi ini tak terasa sudah menunjukkan pukul 2 sore. Neneknya terus menerus mengingatkan Alya tentang apa yang harus dilakukan. Begitu juga kakaknya, sepupunya, dan mereka menginginkan saya ikut juga mengingatkannya. Melihat bahasa tubuhnya, saya tahu sepertinya Alya terlihat jenuh dan tertekan. Dan benar saja, ketika waktunya tiba Alya untuk berpose, dia ngambek tidak mau naik. Walah.. saya jadi kasihan dan sedikit merasa bersalah. Semakin saya membujuk, semakin dia menangis. Saya pun terdiam dan mencari akal.

Akhirnya saya menggunakan senjata terakhir saya untuk membuat dia naik ke panggung. Walaupun masih didampingi, saya tetap menghargai usahanya. Dan ketika sesi fotogenic, untuk membangkitkan semangatnya yang mulai menurun lagi, saya berjanji untuk membelikannya es krim dan cokelat. Senyumnya lebih mengembang waktu saya katakan bahwa kita akan pergi ke ragunan kalau dia berani naik panggung sendiri. Dan berhasil!

What can I say? dia adalah anak yang ceria dan berani dalam kesehariannya dan kemarin Alya membutuhkan dukungan ketika dia merasa tidak lagi semangat dan salah satu dukungan, adalah mentraktirnya. hehehe.



















Berikutnya adalah sesi fotogenik. Ada tanpa tekanan, akhirnya dia bisa mengelola dirinya sendiri dan berpose seperti dikatakan untuk membuat hakim terkesan dengan tampilan dan tersenyum. Saya bangga padanya dan saya sangat menghargai apa yang dia lakukan. Dan apa yang dia punya lebih dari cukup ketika hakim diberikan dan banyak anak-anak dengan trofi sebagai finalis berbakat.



Meskipun saya tahu mereka diberikan piala sebagai hadiah hiburan. Tapi sebagai seorang ibu, saya tahu dia sangat senang dengan trofi itu, begitu pula saya. Saat itu adalah waktu yang tepat untuk berbisik kepadanya bahwa kalau dia ingin memiliki piala yang lebih besar, dalam lomba berikutnya dia akan berani dan tidak lagi menangis. Dia setuju. hehehe. Mudah-mudahan di lomba berikutnya dia akan lebih berani, karena akan mendapatkan lebih banyak prestasi dan bangga dengan dirinya sendiri.

Selain Alya, saya juga mengambil pengambil pengalaman dari lomba ini. Berikut saya bagikan kepada bunda yang ingin mengikut sertakan si kecil dalam lomba model atau fashion show :
  • Pastikan waktu dan lokasi di mana acara akan diselenggarakan.
  • Pastikan bunda mengajarinya untuk berpose atau tersenyum.
  • Siapkan pakaian / kostum setidaknya seminggu sebelum acara berdasarkan tema. Jika bunda bisa, buatkan baju / kostum yang terlihat unik dan berbeda dengan kontestan lainnya sehingga juri akan mudah mengingat tentang si kecil.
  • Selalu siapkan baju / kostum cadangan
  • Pastikan untuk memberi makan si kecil sebelum pergi.
  • Bawakan mainan atau buku gambar, barangkali si kecil bosan ketika menunggu. Hal ini juga untuk menjaga semangatnya.
  • Tiba di tempat setidaknya satu jam sebelum acara dimulai.
  • Ingatkanlah mereka secukupnya. Jika itu pengalaman pertama mereka - seperti Alya -, bunda lebih baik tidak mengingatkan mereka (untuk berpose) terlalu banyak .. Bunda mungkin ingin semuanya berjalan dengan baik, tetapi mereka sudah gugup. Jika bunda selalu berusaha mengatakan "kamu harus begini-begitu, jangan lupa begini-begitu" hanya akan membuat mereka semakin tertekan. Ingatkanlah mereka secukupnya. Merekapun akan mempunyai pengalaman sendiri dalam bersikap.
  • Jika mereka menangis untuk apa pun itu, (contoh: kebutuhan untuk tidur siang, lapar, gugup atau tekanan), pastikan bunda tidak menekan mereka. Jangan membuat mereka bersalah dengan mengatakan "jika kamu sayang bunda, kamu harus melakukan yang bunda katakan". Sambil memeluk si kecil,bunda bisa mengatakan" kamu anak hebat,bunda bangga kamu bisa melakukan sejauh ini, tapi bunda tahu kamu bisa lebih hebat dari ini. Tunjukkan keberanianmu ya nak"
  • Jika kata-kata tidak juga bisa membujuknya, rayu mereka dengan janji. Jangan terlalu jauh, hadiahkanlah si kecil jika berani bergaya sendiri, bunda akan membelikannya coklat atau es krim.
  • Selalu menghargai apa yang mereka lakukan. mereka telah melalui hal yang membuat mereka tidak nyaman. Memberanikan diri untuk menunjukkan keberaniannya melangkah sendiri di atas panggung adalah sebuah langkat hebat. Memberikan ciuman, pelukan, pegang tangannya sebelum naik panggung, atau jempol ketika mereka tengah beraksi akan membuatnya lebih percaya diri . Dan itu yang memang bunda coba untuk ajarkan, kan?
  • Berbesar hati jika si kecil tidak menang. Besarkan hati mereka juga jika ternyata mereka tidak mendapatkan piala seperti yang lain. Bunda bisa membisikkan kepada si kecil bahwa ia juga bisa mendapatkan piala jika di lain waktu mereka lebih berani dan tidak lagi menangis. Atau kalau bunda mau, bunda bisa juga kok menyediakan piala pribadi sebagai usaha menghargai keberanian mereka. 
Demikian tips mempersiapkan si kecil untuk ikut lomba model/ fashion show. Semoga bermanfaat. Selamat berlomba!

0 comments
Labels: , , , ,

How to prepare a kid in her first model

Model, model, model
Lol seems I eager too much to bring my girls into model field. After brought Alya into fashion show -read suddenly become model - and Jasmine in photo shoot sehari bersama Jasmine, here I wanna tell you about another story, not far from a model anyway. Alya was rolled into model contest with some small artist management in one of mall in west java city, Depok.

This is the first contest Alya have rolled and they have some themes for the contest. There were glamour, casual and photogenic. Since this is the first, I choose casual and photogenic theme. I was still blind about this contest, but they explained casual means like everyday casual. So according with that, we tried to find the suitable wardrobe for the contest. They were :

  • two pieces of t-shirts 
  • one piece of ballet skirt
  • one piece of light cream beautiful  boot 
  • one set of accessories; pearl bracelet, necklace, ear rings
  • one pair of ribbon hairbands
  • last but not least, make up.


In image would be like:



Cute isn't it? we taught her how to run in catwalk, smile and other attitude and by her act daily at home and having experience in Fashion Show, we believe that she can beat another contestants.

So this is it. We came to the mall about 2 hours before time.  We could see some contestants already had a seat and all of them made up them self. There I could see by the look of them, they already have many experience in modelling and by they talk with the management leader, I think they already know each other. Well, this is would be hard.

Hour after hour we saw model by model run on the catwalk. Constantly her grandma reminded her how to walk, pose, or smile. Repeated by her cousin, her sister and (with sympathy} I should remind her too. I think she got bored, plus, it was lunch and nap time. So when her time to run, crankily she didn't want to pose. More than that, when I tried to persuade her, she cried more. Lol. Both panic and pity to see her. A little feeling guilty from pressing her actually.

Finally I used my last weapon to make her stand alone. I will buy her ice cream and chocolate and so will go to the zoo if she dare to . Lol. what can I say? she is a cheerful and brave kid in fact and yesterday she needed support when she felt down and one of ways are those treats. Lol.

Here they are ;

 

Next was photogenic session. There without any pressure, finally she could manage herself and pose as said to make judges impress by her look and smile. I was proud of her and I am so appreciate what she did. And what she got is more than enough when judge awarded her and many kids with trophy as the talented finalists. 


Even though I know they awarded her as a consolation prize. But as a mother, I know she was so happy with that trophy, and so I am. And that moment was the right time to whisper to her that if she wants to have the bigger or the biggest trophy, next she would be brave and no more cry. She was agree. Lol, that time.Hopefully in the future she become bolder, so she will gain more achievements and proud of herself. 

Then what could I learn from this experience? It's about how to prepare a kid in the contest

  • Make sure about time and location where event will be held.
  • Make sure you teach her/him how to pose or smile.
  • Prepare dress/costume at least a week before time based on theme. If you can, make it look unique and different with other contestants so judges will easily remember about her/him.
  • Always prepare a spare shirt/dress.
  • Make sure to feed them before going. 
  • Bring her/his toys or drawing book in case they get bored in waiting.
  • Arrive at least an hour before the event starts.
  • If it's their first experience - like Alya -, you better not remind them too much.. You might want everything run well but they are already nervous, your reminding like "later you should do this that" only will make them in more pressure.
  • If they are crying for whatever it is, ( example : need to take a nap, hungry, nervous or pressure, make sure you will not press against them. Don't make them guilty by saying "if you love me, please do it for me". While holding them, you might could say "you do great today by staying here. But I know you could do more if you could show them how brave you are".
  • If words are not working, cooed them with promise. Don't take it far, just like will buy them chocolate or ice cream they mostly love.
  • Always appreciate what they do. they've been through a period of being uncomfortable and ventured to show his prowess in front of you, so a plant of kiss, hugs, hold their hands before get on stage, or thumbs up while they are in acts, will gain more confidence. And that's what you trying to teach, right?
  • Heartened yourself if your child does not win. Reassurance them anyway if they do not win this time and get a trophy because after all they have done their best. Make sure that the next time they will be able to get a trophy if they are brave and cry no more.
  • In Alya case, the management who held this event has been providing small trophies as a reward for children who have dared to race (you can provide a private small trophy as a gift too, although they not win. So I said to her that "next time you can have that bigger trophy if you can be bolder and no more crying" then we got high five. That will make her feel challenged. Hopefully it will work.




0 comments
Labels: , ,

Kapankah ibukotaku bebas dari PMKS??

Pernah liat pengemis atau pengamen di jalan atau di bus? sering. pasti itu yang akan kamu jawab kalau ada pertanyaan seperti itu. Ada yang teriris hatinya melihat pengemis tua yang tertatih-tatih berjalan diantara hiruk pikuk jakarta (pasti langsung inget orang tua atau simbah di kampung). Boro-boro berlari, berjalan aja butuh waktu jeda beberapa menit lagi untuk meneruskan perjalanan. Tapi banyak dari mereka yang bikin kesel. Entah karena kelakuan mereka yang memaksa untuk meminta tanpa kerja. 

Misalnya saja pengemis orasi yang terdiri dari 2-3 orang. Baru naik bis saja mereka sudah berteriak. " permisi.." katanya. tetapi dengan tegas seperti membentak dengan maksud penumpang menjadi takut dan memberi recehan sama mereka, jelas hal yang menjengkelkan. Sepertinya kok penumpang kaya "diperas" secara tidak langsung.

Banyak juga anak-anak punk yang seperti ini. Kalau ga dikasih langsung berhenti di depan penumpang itu dengan mata agak dimelototkan seakan-akan penumpang itu punya utang sama mereka. Kalau tidak dikasih juga, bisa jadi mereka akan menyindir dengan keras. "Semoga yang tidak memberi tidak terjadi apa-apa dan barangnya tidak ada yang hilang". Ancaman atau bukan?


Anak-anak punk

Ada juga pengamen ibu-ibu yang membawa anak kecil, ada yang bayi ada juga yang kira-kira 3 tahunan. Mungkin kalau yang bayi masih bisa digendong ya, tapi untuk balita ini, kira-kira pukul 18.30 WIB dimana anak-anak harusnya sudah siap-siap untuk tidur, dia harus tetap melek untuk membantu ibunya mencari uang dijalanan, padahal matanya sudah kuyu. Entah sudah makan atau belum. Kadang pernah saya melihat ada yang menutup mata tidur sambil berdiri dan kadang hampir jatuh lalu ditopang sama ibunya kadang juga sama penumpang lain. Saya tadinya engga mau memberi, sesuai dengan anjuran pemerintah. Tapi apa daya.. naluri keibuan saya terpanggil (yang memang dimanfaatkan oleh pengemis) untuk memberi uang kepada bocah itu. Eksploitasi? 

Entahlah. Mungkin juga mereka tidak tahu eksploitasi itu apa atau memang keadaan yang memaksa si ibu untuk membawa anaknya mencari uang, karena tahu anak kecil bisa dijadikan senjata untuk "memaksa" penumpang mengeluarkan uang. Walaupun mereka tahu resiko yang harus dihadapi selain satpol pp. Yakni resiko kecelakaan di jalan, atau bahkan mungkin kematian karena anaknya yang terus menerus menghisap debu dan polusi jalanan.

Masih banyak lagi macam-macam pengamen dan pengemis. Namun yang masih saya sukai adalah pengamen yang sopan, bernyanyi dengan suara bagus dan lagu yang masa kini. Bisa jadi saya bisa memberi lebih. he he he.

Lanjut.
Mau tau data pengamen dan pengemis atau penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya di Jakarta yang kita cintai ini? Baca dulu yang ini.



Capture berita tersebut saya peroleh dari www.poskotanews.com. Disitu juga menerangkan bahwa diantara 11 bulan mereka menjaring para pengemis, bulan Juli adalah paling banyak. Mengapa? karena bertepatan dengan bulan puasa. Mereka berdatangan dari berbagai daerah untuk meraup untung dari orang-orang yang memang mengharapkan banyak pahala dengan memberikan santunan dibulan suci ini. 




Nah, dengan posisi data tersebut, apakah tahun ini bisa berkurang dengan adanya pergantian pimpinan, baik presiden maupun gubernur? Mudah-mudahan bisa. Selalu berfikir positif karena masalah ini bukan hanya masalah pengemis. Tapi juga masalah PMKS lainnya seperti gelandangan, waria, pekerja seks komersial, pengamen, pemulung, dan anak jalanan. Lainnya, orang terlantar, peminta kotak amal, pedagang asongan, joki 3 in 1, pak ogah atau tukang parkir liar, dan PMKS lain seperti warga tanpa identitas, tukang ojek, tukang becak, tukang loak.

0 comments
Labels: , , ,

Beauty of Curug Seribu ( Thousand Waterfall )

( For Bahasa version, read Keindahan wisata curug seribu )

Curug Seribu is one of the tourist destinations in Indonesia which is famous for the beauty of the waterfall. Curug Seribu means is a thousand waterfalls, located in Gunung Bunder, Bogor.

People might recognize this place as a tourist area containing mystical, but I think this place looks very exotic and beautiful, especially with the many waterfalls, shady trees, crystal clear water and rocks that still looks natural. It's a little dark in some places and also the way a little bit slippery, but perhaps also because at that time I was traveling in the rainy season begins.


Two years ago we were there driving a private car and takes about 2 hours to reach the place from Jakarta. That includes buying snacks for the road. hehehe. When we got there first we stopped at the tavern for lunch. Hot tea and instant noodles enough to make us warm in a city which is known as the city of rain.

Before further, we pay a ticket for Rp. 15,000 at the main entrance of the attraction Gunung Bunder. uphill journey upwards with a speed of only 20 km / h for fear of slippery roads. Having reached the main objectives, namely Curug Seribu, cars in the parking but we didn't go straight up to the destination because of the rain that suddenly came hard. About 10 minutes the rain stopped and then we went out. By paying another entrance fee to Curug Seribu for Rp. 5,000, we straight up the stairs to where the waterfall is, with very carefully and holding each other.





It turns out that our struggle was so worth. We are amazed at the scenery is very beautiful waterfalls, ranging from the smallest to the largest., the water was cold but refreshing but it can be drunk directly in front of us. It's nothing compared to the Grand Canyon, US. But it is quite beautiful to look at as well. Cold but also refreshing. I just wanted to go back there again.

0 comments
Labels: , , ,

Keindahan Wisata Curug Seribu

( For English version, read Curug Seribu - Thousand Waterfall )

Curug Seribu adalah salah satu tujuan wisata di indonesia yang terkenal akan keindahan air terjunnya. Curug seribu artinya adalah seribu air terjun, terletak di Gunung Bunder, Bogor
.
Orang-orang mungkin mengenal tempat ini sebagai daerah wisata yang mengandung mistis, tapi menurut saya tempat ini terlihat sangat eksotis dan indah, terutama dengan air terjunnya yang banyak, pepohonan yang rindang, airnya yang jernih dan bebatuan yang masih terlihat alami.

Memang agak sedikit gelap di beberapa tempat dan juga jalannya yang agak sedikit licin, tapi mungkin juga karena waktu itu saya bepergian di saat musim penghujan dimulai.




Dua tahun yang lalu kami kesana mengendarai mobil pribadi dan dibutuhkan waktu sekitar 2 jam saja untuk sampai di curug dari jakarta. Itu sudah termasuk beli cemilan untuk di jalan. hehehe. Sesampainya disana terlebih dahulu kami singgah di warung untuk makan siang. Teh panas dan mie instan cukup membuat kami hangat di tempat yang memang terkenal dengan kota hujan ini. Setelah makan kami berhenti sejenak untuk berfoto-foto di pepohonan yang tertata rapi.


Sebelum lanjut, kami membayar dulu tiket sebesar Rp. 15.000 di pintu masuk utama objek wisata Gunung Bunder.  perjalanan menanjak ke atas dengan kecepatan hanya 20 km/jam karena takut tergelincir di jalan yang licin. Setelah sampai ke tujuan utama, yakni Curug Seribu, mobil di parkir tapi kita langsung naik ke tempat tujuan karena hujan yang tiba-tiba sangat besar. Sekitar 10 menit hujan reda barulah kami keluar. Dengan membayar lagi tiket masuk sebesar Rp. 5.000 kami langsung menaiki satu demi satu tangga menuju tempat air terjun dengan sangat hati-hati dan berpegangan satu sama lain.


Ternyata perjuangan kami tidak sia sia. Kami takjub melihat pemandangan yang luar biasa cantiknya. Air terjun dari yang terkecil sampai yang terbesar, air  yang dingin tetapi menyegarkan namun bisa langsung diminum itu ada di depan kami. Memang tidak seberapa dibandingkan dengan grand canyon, US. Tapi cukup indah dipandang juga. Dingin tapi juga menyegarkan. Rasanya ingin lagi kembali ke sana.





0 comments
Labels: , , ,

A Little Surprise From My Elder Daughter


Yesterday when I tried to choose what video I would like to upload in youtube, My eyes found something unfamiliar video appear in my laptop folder. I thought I never made such that video. Image can be seen in thumbnail. So I played it,



Oh my God! instantly my eyes glazed to see surprised my elder daughter gave to me. Without my knowledge she made me video to show how she loves and very appreciate for what I do to her and her sister [text in my language though].

As you see, video contains a combination of some of our best photos [she thought so] in some places and any styles [glad she didn't include one or some "bad style of me"] lol. 

But anyway, I could say she is smart. Another kids may can do better for making video than her. A lot better. But still I appreciate what she has made and very proud of her because beside she made one of best she can do to me, she also make me proud because can do what I asked when I was away with her sister and left her my laptop and internet. Been responsible in using internet for her age. She was only using facebook to play game and some comment to her friends's status and playing game online in another site too. The rest as you can see.. her lovely video to her lovely mom. #wink

PS: 
Jasmine, if you wanna make me video again, you don't have to say "I will always remember you". 
I'm still alive! LOL




0 comments
Labels: , ,

Quail Eggs Benefits

Custom face mask with quail eggs began when I started to feel my facial skin dull though not acne but are afraid to do the treatments in the salon that many of them use chemicals or lasers or excessive peeling will not only hurt me because in addition to expensive , not necessarily drugs suitable for my

0 comments
Labels: , , ,

Tips Google AdSense di Approve Dalam Beberapa Jam


Dalam postingan sebelumnya, yaitu akhinya google adsense di approve yang menceritakan kegembiraan hati saya ketika mendapatkan email persetujuan Google AdSense atau GA,

0 comments
Labels: , , ,

Akhinya Google Adsense di Approve

Malam ini seperti biasa sebelum tidur saya mengecek kembali blog untuk sekedar melihat traffic jika ide menulis belum datang. Tentunya setelah menyelesaikan game di FB yang ga kelar-kelar. Hahaha

Disaat yang sama saya cek juga email-email yang masuk. Ternyata ada satu Email yang menurut saya sih istimewa banget karena emang udah ditunggu-tunggu. Email Approve dari Google AdSense!

0 comments
Labels: , , , , , ,

Suddenly Become A Model


Hi There!

Today I'm gonna tell you about one of my girl activity.. again. Hey! they are so adorable so nothing can stop me for showing off to world about them. lol

0 comments
Labels: , ,

Perjalanan 2 hari 1 Malam ke Jogja

Akhir Bulan Oktober kemarin saya dan teman-teman SMA yang masih aktif nge-group ini travelling ke Jogja selama 2 hari satu malam, walaupun secara teknis perjalanan kita sampai Jogja dimulai dari naik
kereta malam #jug ijag ijug ijag ijug# hehhehe jadi total perjalanan 2 hari 2 malam secara
backpacker-an. Ekonomis boww.

Baca juga artikel saya tentang Keindahan wisata curug seribu

Setelah satu bulan sebelumnya hunting tiket murah, akhirnya berangkat juga kita pada hari kamis, 30 Oktober jam 23.30 malam naik kereta progo dari Stasiun Senen. Tidak lupa saya bawa serta Jasmine ke Jogja supaya punya pengalaman traveling. persiapan standard travelling kali ini yaitu...
  • Dompet dan kartu2nya (masa iya lupa) :p
  • Baju ganti 3 stel dan daleman x 2 (untuk Jasmine) , syal, Jaket dan cardigan dipake biar ga berat tasnya
  • Alat mandi. Mungkin menginap di hotel, tapi untuk jaga-jaga siapa tau mereka engga menyediakan keperluan kamar mandi alias kamar mandinya aja.
  • Handuk kecil.
  • Obat-obatan, seperti minyak kayu putih, tolak angin, antimo, pads (cewe2 pasti tau), obat sakit kepala, betadine dan plesternya.
  • Alat kosmetik (sisirnya kelupaan) :( & sunblock (biar eksis terus xixixii)
  • payung, buat persiapan di Borobudur yang pasti panas beud

Di dalam kereta ada sedikit kehebohan antara emak-emak. riweuh juga yang pada bawa anak karena mereka salah gerbong dan sedang sedikit berselisih dengan penumpang lainnya. Dengan sedikit malu teman-teman akhirnya pindah gerbong setelah meminta maaf terlebih dahulu. Tapi kejadian lagi nih, soalnya saya sebagai pemesan tiket engga ngurut booking bangkunya (keliatan banget amatirnya). hihiihiii.. walhasil kita pada terpisah-pisah. Maafkan daku teman-teman.. hahhaa

Sampai di Stasiun Lempuyangan jam 7 pagi. Menghirup udara Jogja yang tak berpolusi (atleast ga banyak). Setelah berfoto-foto kita cari tempat buat sarapan lalu diantar dengan mobil rental yang memang sudah berjejer rapi diluar stasiun ke hotel.

Hotel Lilik, yang berjarak hanya 50 meter dari Malioboro itu cukup nyaman. Kamarnya luas, furniture rapi dan baru, kamar mandi dalam bersih. Dengan harga sewa Rp. 550ribu per kamar yang dihuni oleh 7-8 orang terbilang cukup murah lengkap dengan sarapan lagi. Kita sewa 2 kamar plus ekstra bed di masing masing kamarnya. penampakannya:



Setelah mandi dan istirahat, kita langsung menuju Borobudur di Magelang. Lumayan cukup lama juga kira-kira 1,5 jam sampai sana. Begitu sampai langsung disambut hangat oleh penyewa payung yang membandrol sewa Rp 5000 per payung dan juga tukang penjual topi. Capcus langsung masuk ke Borobudur dengan tarif tiket Rp. 30.000 per orang, anak2 dibawah 6 tahun Rp. 15.000. Sayangnya beberapa teman tidak masuk. Sebelumnya foto dulu ah :D

Ternyata puanasnya poll banget. Tapi setaralah sama senengnya dah bisa liat salah satu dari 7 keajaiban dunia ditambah harus nerangin sejarahnya sama anakku ini, jadi dia ga cuma mempelajari dari buku, tapi juga langsung melihat wujudnya.


Turun dari candi kita langsung berhadapan dengan para penjual kaki lima yang berderet-deret dengan rapi. pre-shopping sebelum shopping beneran di Malioboro. hehehe



Capcus ke Gunung Merapi-nya Mbah Marijan di Sleman. Sampai disana, Kaliurang kita harus naik Jeep untuk naik ke Gunung Merapi. Menelusuri sejarah meletusnya gunung merapi dan menewaskan Mbah Marijan, si penjaga dan juga Museum Mini si saksi bisu amukan letusan Merapi. 

Museum Mini
Indahnya kebersamaan










Malamnya kita langsung ke Malioboro yang cukup dengan berjalan kaki setelah beristirahat dan mandi di hotel. Harga yang murah dan suasana yang nyaman, hampir semua orang berjalan kaki sepanjang Malioboro menjadikan kita tenang berbelanja disana. Dengan beraneka pilihan dari murah sampai mahal (yang kebanyakan pasti murah meriah dengan kwalitas bagus), kita berbelanja oleh-oleh sampai kaki pegel. hahhaha

Met pagi Jogja!

Setelah sarapan berat dengan nasi, ayam dan tempe goreng, soup yang disediakan oleh hotel, kita lanjut lagi ngebolang ke Keraton Jogja, beli oleh-oleh bakpia di Bakpia 25 dan 99 baru balik ke Malioboro. Jam 12 teng kita check out hotel dan langsung balik ke Stasiun Lempuyangan.
Nunggu kereta sampai jam 4 sore, berasa bulukan disana. Tapi sempet2nya foto sih :D



Akhirnya setelah melewati 8 jam perjalanan, yang mana ngaret sejam sampai di Stasiun Jatinegara, saya sampai juga dirumah jam 2 pagi dengan selamat. Alhamdulillah... Setelah cuci muka dan beberes seperlunya, tanpa ba bi bu saya dan Jasmine langsung tidur dengan pulas. 


Goodnight, 

Tertidur tanpa bermimpi.


1 comments
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...