2 Days in Jogja

Having fun in Jogja for 2 days

Suddenly Become A Model

A woman offered her to be her model when she wanted to watch only

Photo shoot - Sehari Bersama Jasmine

Pemotretan untuk iklan perumahan

Blank

A poem of loneliness

Pelupa pada anak

Kisah lucu pelupanya Jasmine

Showing posts with label Children. Show all posts
Showing posts with label Children. Show all posts
Labels: ,

Mengapa Anak Menahan Buang Air Besar {BAB} / Cepirit ?

Anak saya, Alya bulan ini akan berusia 5 tahun. Saya bersyukur bahwa dia tidak lagi buang air besar {BAB}, atau kita mungkin menamakannya {maaf} cepirit. Padahal sebelumnya dalam 1-2 tahun yang lalu dia hampir selalu buang air di celana. Entah apa yang ada di pikirannya. Terkadang selagi kami berada di dalam kamar tiba-tiba ia keluar diam-diam dan hanya berdiri di depan tangga sambil "berjuang" dengan BAB yang ingin keluar. Atau terkadang ketika kami sedang menonton di ruang tamu, tiba-tiba dia menghilang sendiri dan berdiri di dapur dengan bermandikan peluh yang keluar dari dahinya karena menahan sesuatu.


Biasanya bila saya sedang di rumah, insting saya langsung merasakan sesuatu dan langsung saya giring ia ke kamar mandi, walaupun terkadang lolos juga dari penglihatan saya. Tetapi yang lebih sering adalah ketika saya tidak ada di rumah {bekerja}. Mungkin neneknya {yang selalu menjaganya saat saya sedang bekerja} sedang melakukan sesuatu makanya tidak begitu ngeh kalau saat itu Alya sedang ngeden.  Waktu itu saya sangat khawatir, apalagi sejak dia di rawat di rumah sakit karena adanya Infeksi Saluran Kemih karena sering menahan buang air kecilnya yang mengakibatkan banyaknya kuman di saluran kemih yang menjalar di saluran pencernaannya.

Tetapi walaupun begitu, ada hikmah saat Alya berrada di rumah sakit, karena mulai saat itu juga, disamping tidak lagi menahan pipisnya, dia juga sudah mulai buang air besar saat dia merasakan sakit perut. Dua alasan yang selalu saya kemukakan saat dia terlihat seperti ingin BAB/pipis. Yakni, alat kelamin yang terus menerus kesakitan dan dia akan dirawat lagi dan di infus lebih lama jika masih juga menahan BAB/pipis.

Walaupun begitu, saya tetap saja penasaran dengan penyebab mengapa anak terbiasa menahan buang air besarnya. Kalau menurut kesimpulan saya berdasarkan anak saya sendiri;

1. Memaksa untuk BAB.
Ketika Alya kecil  dilatih BAB menggunakan toilet training, saya tidak aware bahwa ternyata mungkin ia tidak siap untuk memulai sehingga "pemaksaaan" untuk menggunakan toiletnya dan duduk berjam-jam menanti feses/kotorannya keluar malah menjadikan ia membangkang sehingga malah sengaja menahan sekaligus mengeluarkan kotorannya secara diam-diam.

2. BAB / pipis hanya buang-buang waktu.
Saat dia main bersama teman-teman, dia tidak rela waktunya terbuang cuma-cuma hanya karena memenuhi panggilan alamnya itu.

3. Tidak ingin kehilangan saat berharga. 
Saat bepergian ke mall, misalnya. Mungkin ada kelalaian dalam perkataan saya. Mungkin saya / keluarga pernah mengatakan "sabar sebentar ya de, mama sebentar lagi selesai. Baru kita ke toilet". Selain rasa tidak ingin ke toilet untuk BAB, ada rasa ingin menyenangkan orangtua/keluarga dengan menuruti perkataan tersebut yang lama-lama menjadi terbiasa.

4. Takut terhadap binatang.
Terkadang di dalam kamar mandi ada binatang seperti kecoa yang membuatnya takut untuk pergi ke toilet sendiri. Untuk Alya, bisa jadi neneknya saat itu sedang memasak, bersih-bersih yang hanya bisa mengantarnya ke toilet tanpa bisa menemaninya.

5. BAB keras. 
Ada pengalaman Alya saat BAB itu harus mengedan dengan agak kuat yang menyebabkan sakit pada bagian anusnya. Mungkin kekurangan minum air putih. Dari pengalaman itu dia menjadi takut kalau-kalau mengalami hal serupa yang bisa membuatnya kesakitan.

6. Cerita hantu. 
Saya paling tidak suka bercerita hantu kepada anak yang hanya bisa menyebabkan rasa takut yang berlebihan dan menyebabkan ketergantungan terhadap oranglain saat hendak melakukan sesuatu. Tetapi cerita itu bisa didapat dari siapapun didalam keluarga, mungkin itu bisa jadi salah satu yang menyebabkannya menjadi malas pergi BAB/pipis.

Selanjutnya : Menangani Anak yang Suka Buang Air Besar di Celana

2 comments
Labels: , , , ,

Mempersiapkan Si Kecil di Lomba Model pertamanya

Model, model, model

Ada alasan mengapa saya ingin mengikut sertakan anak-anak dalam berbagai perlombaan, khususnya model dan pemotretan. Setelah Jasmine, yang pengalamannya pernah saya tulis di photo shoot sehari bersama jasmine, kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang lomba fashion show adiknya, yakni Alya. Sebelum lomba ini, Alya memang pernah ikut fashion show secara tidak disangka-sangka. Baca artikel : suddenly become model.

Ini adalah lomba pertama Alya. Mereka memiliki beberapa tema untuk lomba. Ada glamor, santai dan fotogenik. Karena baru pertama kali, saya hanya memilih tema kasual dan fotogenik. Saya masih buta tentang lomba ini, tetapi mereka menjelaskan bahwa tema kasual hanyalah fashion seperti hari hari biasa. Jadi kami mulai mempersiapkan :
  • 2 stel t-shirt
  • 1 pc rok balet
  • 1 pc sepadu boot
  • 1 set aksesoris; gelang kalung, anting mutiara
  • sepasang ikat rambut pita
  • make up.

Dalam gambar akan seperti:



Lucu ya? kami mengajarinya cara berjalan di catwalk, tersenyum dan berpose. Dengan melihat sikap dan aksinya setiap hari di rumah dan memiliki sedikit pengalaman di fashion show, kami percaya bahwa Alya dapat bersaing dengan kontestan lainnya.

Kami datang ke mal sekitar 2 jam sebelum acara. Kita hanya ingin membaca situasi karena bagaimanapun, ini adalah kali pertama mengikut sertakan anak dalam lomba fashion show. Beberapa kontestan sudah mengambil posisi tempat duduk, bahkan ada yang sudah di make-up. Disini kita bisa melihat bahwa banyak dari mereka sudah mempunyai pengalaman dan dunia model. Bahkan dilihat dari cara mereka berbicara dengan pimpinan manajemen, saya menjadi tahu bahwa mereka sudah saling kenal satu sama lain. Bahkan memang sudah sering ikut perlombaan seperti ini.

Waktu berjalan, jam demi jam dan model demi model mulai berlaga di atas catwalk.  Terlihat Alya sudah mulai jenuh. Acara yang dimulai pukul 9 pagi ini tak terasa sudah menunjukkan pukul 2 sore. Neneknya terus menerus mengingatkan Alya tentang apa yang harus dilakukan. Begitu juga kakaknya, sepupunya, dan mereka menginginkan saya ikut juga mengingatkannya. Melihat bahasa tubuhnya, saya tahu sepertinya Alya terlihat jenuh dan tertekan. Dan benar saja, ketika waktunya tiba Alya untuk berpose, dia ngambek tidak mau naik. Walah.. saya jadi kasihan dan sedikit merasa bersalah. Semakin saya membujuk, semakin dia menangis. Saya pun terdiam dan mencari akal.

Akhirnya saya menggunakan senjata terakhir saya untuk membuat dia naik ke panggung. Walaupun masih didampingi, saya tetap menghargai usahanya. Dan ketika sesi fotogenic, untuk membangkitkan semangatnya yang mulai menurun lagi, saya berjanji untuk membelikannya es krim dan cokelat. Senyumnya lebih mengembang waktu saya katakan bahwa kita akan pergi ke ragunan kalau dia berani naik panggung sendiri. Dan berhasil!

What can I say? dia adalah anak yang ceria dan berani dalam kesehariannya dan kemarin Alya membutuhkan dukungan ketika dia merasa tidak lagi semangat dan salah satu dukungan, adalah mentraktirnya. hehehe.



















Berikutnya adalah sesi fotogenik. Ada tanpa tekanan, akhirnya dia bisa mengelola dirinya sendiri dan berpose seperti dikatakan untuk membuat hakim terkesan dengan tampilan dan tersenyum. Saya bangga padanya dan saya sangat menghargai apa yang dia lakukan. Dan apa yang dia punya lebih dari cukup ketika hakim diberikan dan banyak anak-anak dengan trofi sebagai finalis berbakat.



Meskipun saya tahu mereka diberikan piala sebagai hadiah hiburan. Tapi sebagai seorang ibu, saya tahu dia sangat senang dengan trofi itu, begitu pula saya. Saat itu adalah waktu yang tepat untuk berbisik kepadanya bahwa kalau dia ingin memiliki piala yang lebih besar, dalam lomba berikutnya dia akan berani dan tidak lagi menangis. Dia setuju. hehehe. Mudah-mudahan di lomba berikutnya dia akan lebih berani, karena akan mendapatkan lebih banyak prestasi dan bangga dengan dirinya sendiri.

Selain Alya, saya juga mengambil pengambil pengalaman dari lomba ini. Berikut saya bagikan kepada bunda yang ingin mengikut sertakan si kecil dalam lomba model atau fashion show :
  • Pastikan waktu dan lokasi di mana acara akan diselenggarakan.
  • Pastikan bunda mengajarinya untuk berpose atau tersenyum.
  • Siapkan pakaian / kostum setidaknya seminggu sebelum acara berdasarkan tema. Jika bunda bisa, buatkan baju / kostum yang terlihat unik dan berbeda dengan kontestan lainnya sehingga juri akan mudah mengingat tentang si kecil.
  • Selalu siapkan baju / kostum cadangan
  • Pastikan untuk memberi makan si kecil sebelum pergi.
  • Bawakan mainan atau buku gambar, barangkali si kecil bosan ketika menunggu. Hal ini juga untuk menjaga semangatnya.
  • Tiba di tempat setidaknya satu jam sebelum acara dimulai.
  • Ingatkanlah mereka secukupnya. Jika itu pengalaman pertama mereka - seperti Alya -, bunda lebih baik tidak mengingatkan mereka (untuk berpose) terlalu banyak .. Bunda mungkin ingin semuanya berjalan dengan baik, tetapi mereka sudah gugup. Jika bunda selalu berusaha mengatakan "kamu harus begini-begitu, jangan lupa begini-begitu" hanya akan membuat mereka semakin tertekan. Ingatkanlah mereka secukupnya. Merekapun akan mempunyai pengalaman sendiri dalam bersikap.
  • Jika mereka menangis untuk apa pun itu, (contoh: kebutuhan untuk tidur siang, lapar, gugup atau tekanan), pastikan bunda tidak menekan mereka. Jangan membuat mereka bersalah dengan mengatakan "jika kamu sayang bunda, kamu harus melakukan yang bunda katakan". Sambil memeluk si kecil,bunda bisa mengatakan" kamu anak hebat,bunda bangga kamu bisa melakukan sejauh ini, tapi bunda tahu kamu bisa lebih hebat dari ini. Tunjukkan keberanianmu ya nak"
  • Jika kata-kata tidak juga bisa membujuknya, rayu mereka dengan janji. Jangan terlalu jauh, hadiahkanlah si kecil jika berani bergaya sendiri, bunda akan membelikannya coklat atau es krim.
  • Selalu menghargai apa yang mereka lakukan. mereka telah melalui hal yang membuat mereka tidak nyaman. Memberanikan diri untuk menunjukkan keberaniannya melangkah sendiri di atas panggung adalah sebuah langkat hebat. Memberikan ciuman, pelukan, pegang tangannya sebelum naik panggung, atau jempol ketika mereka tengah beraksi akan membuatnya lebih percaya diri . Dan itu yang memang bunda coba untuk ajarkan, kan?
  • Berbesar hati jika si kecil tidak menang. Besarkan hati mereka juga jika ternyata mereka tidak mendapatkan piala seperti yang lain. Bunda bisa membisikkan kepada si kecil bahwa ia juga bisa mendapatkan piala jika di lain waktu mereka lebih berani dan tidak lagi menangis. Atau kalau bunda mau, bunda bisa juga kok menyediakan piala pribadi sebagai usaha menghargai keberanian mereka. 
Demikian tips mempersiapkan si kecil untuk ikut lomba model/ fashion show. Semoga bermanfaat. Selamat berlomba!

0 comments
Labels: , , , ,

How to prepare a kid in her first model

Model, model, model
Lol seems I eager too much to bring my girls into model field. After brought Alya into fashion show -read suddenly become model - and Jasmine in photo shoot sehari bersama Jasmine, here I wanna tell you about another story, not far from a model anyway. Alya was rolled into model contest with some small artist management in one of mall in west java city, Depok.

This is the first contest Alya have rolled and they have some themes for the contest. There were glamour, casual and photogenic. Since this is the first, I choose casual and photogenic theme. I was still blind about this contest, but they explained casual means like everyday casual. So according with that, we tried to find the suitable wardrobe for the contest. They were :

  • two pieces of t-shirts 
  • one piece of ballet skirt
  • one piece of light cream beautiful  boot 
  • one set of accessories; pearl bracelet, necklace, ear rings
  • one pair of ribbon hairbands
  • last but not least, make up.


In image would be like:



Cute isn't it? we taught her how to run in catwalk, smile and other attitude and by her act daily at home and having experience in Fashion Show, we believe that she can beat another contestants.

So this is it. We came to the mall about 2 hours before time.  We could see some contestants already had a seat and all of them made up them self. There I could see by the look of them, they already have many experience in modelling and by they talk with the management leader, I think they already know each other. Well, this is would be hard.

Hour after hour we saw model by model run on the catwalk. Constantly her grandma reminded her how to walk, pose, or smile. Repeated by her cousin, her sister and (with sympathy} I should remind her too. I think she got bored, plus, it was lunch and nap time. So when her time to run, crankily she didn't want to pose. More than that, when I tried to persuade her, she cried more. Lol. Both panic and pity to see her. A little feeling guilty from pressing her actually.

Finally I used my last weapon to make her stand alone. I will buy her ice cream and chocolate and so will go to the zoo if she dare to . Lol. what can I say? she is a cheerful and brave kid in fact and yesterday she needed support when she felt down and one of ways are those treats. Lol.

Here they are ;

 

Next was photogenic session. There without any pressure, finally she could manage herself and pose as said to make judges impress by her look and smile. I was proud of her and I am so appreciate what she did. And what she got is more than enough when judge awarded her and many kids with trophy as the talented finalists. 


Even though I know they awarded her as a consolation prize. But as a mother, I know she was so happy with that trophy, and so I am. And that moment was the right time to whisper to her that if she wants to have the bigger or the biggest trophy, next she would be brave and no more cry. She was agree. Lol, that time.Hopefully in the future she become bolder, so she will gain more achievements and proud of herself. 

Then what could I learn from this experience? It's about how to prepare a kid in the contest

  • Make sure about time and location where event will be held.
  • Make sure you teach her/him how to pose or smile.
  • Prepare dress/costume at least a week before time based on theme. If you can, make it look unique and different with other contestants so judges will easily remember about her/him.
  • Always prepare a spare shirt/dress.
  • Make sure to feed them before going. 
  • Bring her/his toys or drawing book in case they get bored in waiting.
  • Arrive at least an hour before the event starts.
  • If it's their first experience - like Alya -, you better not remind them too much.. You might want everything run well but they are already nervous, your reminding like "later you should do this that" only will make them in more pressure.
  • If they are crying for whatever it is, ( example : need to take a nap, hungry, nervous or pressure, make sure you will not press against them. Don't make them guilty by saying "if you love me, please do it for me". While holding them, you might could say "you do great today by staying here. But I know you could do more if you could show them how brave you are".
  • If words are not working, cooed them with promise. Don't take it far, just like will buy them chocolate or ice cream they mostly love.
  • Always appreciate what they do. they've been through a period of being uncomfortable and ventured to show his prowess in front of you, so a plant of kiss, hugs, hold their hands before get on stage, or thumbs up while they are in acts, will gain more confidence. And that's what you trying to teach, right?
  • Heartened yourself if your child does not win. Reassurance them anyway if they do not win this time and get a trophy because after all they have done their best. Make sure that the next time they will be able to get a trophy if they are brave and cry no more.
  • In Alya case, the management who held this event has been providing small trophies as a reward for children who have dared to race (you can provide a private small trophy as a gift too, although they not win. So I said to her that "next time you can have that bigger trophy if you can be bolder and no more crying" then we got high five. That will make her feel challenged. Hopefully it will work.




0 comments
Labels: , , , ,

Daftar Makanan Yang Mengandung Bahan Penyebab Kanker


Barusan aja saya di share oleh adik ipar saya mengenai daftar makanan apa saja yang mengandung bahan penyebab kanker:

DAFTAR MAKANAN ANAK-ANAK YANG MENGANDUNG BAHAN PENYEBAB KANKER
1. Okky Jelly Drink
2. Okky Bolo Drink
3. Inaco Jelly
4. Happydent White
5. Alloy Jelly
6. Donna Jelly
7. Lotte Juicy Fresh
8. Hore
9. Jas Jus
10. Disney SegarSari
11. Nutrisari Hangat
12. Segar Dingin
13. Frutilo Magic
14. Fortiplus
15. Vidoran Freshdrink
16. Hemaviton Jreng 17. Pop Ice
18. Ice Milk Juus
19. Naturade Gold
20. MariMas
21. Finto
22. Buah Sari
23. MariTeh Instan
24. Teh Sisri
25. Marimas degan
26. Kola-Kola
27. Sparta
28. Pop Drink
Si Manis Peracun Anak
Nyaris 1 juta dolar AS uang riset digelontorkan, sementara lebih dari 1.900 ekor tikus dilibatkan. European Ramazzini Foundation on Oncology and Enviromental, lembaga riset terkemuka di Italia itu, ingin membuktikan, apakah betul Aspartam sejenis pemanis buatan itu berbahaya bagi kesehatan.
Ramazzini tidak keliru. Bahkan, fakta yang mereka kantongi jauh lebih lebih mengerikan ratusan tikus telah siap menunggu ajal. Aspartam, pemanis nonkalori yang memiliki tingkat kemanisan 200 kali gula itu, membikin tikus-tikus tadi langsung dihajar kanker mematikan. Riset yang digelar pertengahan 2005 lalu itu membuat Uni Eropa kian yakin dengan keputusan mereka melarang penggunaan pemanis buatan pada produk makanan. Jajanan anak-anak, terutama. Jepang, Malaysia, Brunei, Vietnam, langsung mengekor langkah Uni Eropa. Mereka haramkan pula Siklamat, jenis pemanis buatan yang diduga dapat memicu kanker.
Bagaimana Indonesia?
Alih-alih dilarang beredar, produk-produk ini sejak lama menjadi kawan akrab anak-anak SD. Mudah ditemui di warung-warung, bahkan dijajakan secara besar-besaran di supermarket. Survei Lembaga Konsumen Jakarta (LKJ) sepanjang Juni hingga Juli di sejumlah titik di DKI Jakarta membuktikan hal itu.
''Dari 49 sampel yang kami ambil, lebih dari separuhnya mengandung pemanis buatan dalam konsentrasi tinggi,'' kata Lies Permana Sari. Anggota tim peneliti LKJ itu, kemarin (9/8), membeberkan temuan mereka yang telah dikonfirmasi laboratorium Sucofindo.
Disebut berkonsentrasi tinggi, sebab produk ini memuat kadar gula berlipat-lipat. Selain mengandung gula murni, produk tadi juga ditambahi pemanis. Padahal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) jelas-jelas mengatakan, pemanis buatan hanya digunakan pada pangan rendah kalori dan pangan tanpa penambahan gula. Adapun sampel-sampel yang disisir LKJ meliputi produk jelly, permen, dan minuman. Ini produk jajanan anak-anak. ''Kami sengaja memilih jenis itu,'' dia menambahkan. Ada 25 merek jelly, 16 merek minuman serbuk, dan delapan merek permen. Kelebihan zat pemanis ditemukan bukan hanya pada merek-merek tak terkenal, tetapi juga brand-brand yang sering nongol di layar televisi.
Bukan cuma mengandung konsentrasi pemanis tinggi, produk itu juga seperti berupaya menyembunyikan sesuatu. Beberapa produk, seperti Okky Jelly Drink, Okky Bolo Drink, Happydent White, Yulie Jelly, Donna Jelly, Lotte Juicy Fresh, Vidoran Freshdrink, Naturade Gold, dan Mariteh Instant, tidak mencantumkan batas maksimum penggunaan pemanis buatan Aspartam.
Ini, menurut Lies, menyangkut perkara cukup penting. Riset European Ramazzini Foundation tahun silam membuktikan bahwa pemanis buatan Aspartam berisiko memicu kanker dan leukimia pada tikus percobaan bahkan pada dosis pemberian Aspartam hanya 20mg/kg BB.
''Secara anatomis tikus mirip dengan manusia. Apa yang terjadi tikus amat mungkin terjadi pula pada manusia,'' kata dr Nurhasan, anggota tim riset LKJ. Karena itu pencantuman komposisi pemanis pada produk amat penting, sebab ada acceptable daily intake (ADI) atau batas jumlah pemanis yang boleh dikonsumsi seseorang sepanjang hidup.
Bahkan, kata dia, jauh-jauh hari riset BPOM pada November-Desember 2002 sudah menunjukkan bahwa konsumsi Siklamat sudah mencapai 240 persen ADI, sementara Sakarin pemanis buatan pemicu kanker kemih sebanyak 12,2 persen nilai ADI. Tak pelak, kata Lies, anak-anak merupakan konsumen yang paling rentan terhadap dampak negatif dari pemanis buatan. ''Otak mereka masih berkembang,'' terang dia. Beragam riset menunjukkan bahwa pemanis buatan, terutama Aspartam, berpotensi memicu keterbelakangan mental akibat penumpukan Fenilalanin menjadi Tirosin pada jaringan syaraf.
Berbeda dengan tikus, efek dari pemanis buatan pada manusia memang tak mewujud seketika. Ia terus berakumulasi dan akan dipanen setelah si anak beranjak dewasa. ''Karena itu, ini boleh dibilang silent disease,'' tutur Lies seraya mengutip riset di Italia yang menunjukkan bahwa sudah ada bukti serangan kanker akibat konsumsi pemanis buatan.
Apa alasan produsen menaburi pemanis makanan? Sulit dipungkiri, terang Lies, ini terkait dengan upaya mereduksi ongkos produksi. ''Kalau dengan sedikit pemanis saja sudah bisa menggantikan konsentarasi gula, kenapa tidak dipakai?,'' kata Lies seraya mengatakan bahwa Aspartam, Sakarin, dan Siklamat memiliki tingkat kemanisan dari 30 hingga 300 kali gula.
Menurut tim LKJ, As'ad Nugroho, BPOM hingga saat ini berkeras pemanis buatan masih aman dikonsumsi umum asalkan memenuhi komposisi. Apalagi ada 50 negara yang masih memperbolehkan meski soal aman tidaknya pemanis buatan masih diperdebatkan hingga detik ini. Pada kenyataannya, terang dia,soal komposisi aman ini banyak produsen yang membandel.
''Saat minta izin BPOM, mereka memberikan produk yang komposisinya tepat. Ke pasar, mereka meluncurkan produk yang lain,'' kata dia.
MASIH BERANI NGASIH JAJAN ANAK SEMBARANGAN...?? ^^
Tadinya saya pikir itu hasil investigasi oleh salah satu stasiun TV karena memang adik ipar saya memang bekerja disana. Tapi ternyata dia juga mendapatkan informasi itu dari salah satu teman dan me-share juga.
Kayaknya pemerintah harus cepat-cepat memverifikasikan ini kepada khalayak. Karena mungkin saja ini berita hoax walaupun keliatannya sih beneran. Tinggal tunggu saja kebenarannya :)

0 comments
Labels: , , ,

A Little Surprise From My Elder Daughter


Yesterday when I tried to choose what video I would like to upload in youtube, My eyes found something unfamiliar video appear in my laptop folder. I thought I never made such that video. Image can be seen in thumbnail. So I played it,



Oh my God! instantly my eyes glazed to see surprised my elder daughter gave to me. Without my knowledge she made me video to show how she loves and very appreciate for what I do to her and her sister [text in my language though].

As you see, video contains a combination of some of our best photos [she thought so] in some places and any styles [glad she didn't include one or some "bad style of me"] lol. 

But anyway, I could say she is smart. Another kids may can do better for making video than her. A lot better. But still I appreciate what she has made and very proud of her because beside she made one of best she can do to me, she also make me proud because can do what I asked when I was away with her sister and left her my laptop and internet. Been responsible in using internet for her age. She was only using facebook to play game and some comment to her friends's status and playing game online in another site too. The rest as you can see.. her lovely video to her lovely mom. #wink

PS: 
Jasmine, if you wanna make me video again, you don't have to say "I will always remember you". 
I'm still alive! LOL




0 comments
Labels: , , , , , ,

Suddenly Become A Model


Hi There!

Today I'm gonna tell you about one of my girl activity.. again. Hey! they are so adorable so nothing can stop me for showing off to world about them. lol

0 comments
Labels: , , , ,

Photoshoot – Sehari Bersama Jasmine


Setengah 4 pagi alarmku berbunyi. Mata masih merah Dan sepet banget karena jam 11 malam baru tidur mempersiapkan keperluan si Jasmine buat pemotretan besok. Dari membuat Surat Ijin tidak masuk sekolah, sarapan besok pagi, cemilan selama di jalan terus lanjut menggosok baju Dan merapikannya di travel bag. Untung sepagi itu Jasmine ga susah buat dibangunin.

0 comments
Labels: ,

Endless Love


Anakku sayang,
Pagi ini hujan mengguyur bumi
Telah kusiapkan baju seragam sekolahmu
Pakailah, sementara kusuapkan sarapan untukmu

0 comments
Labels: , ,

Pelupa Pada Anak


Anak perempuan saya, Jasmine sangat pelupa. Entah apa yang ada di pikirannya saat itu. Yang pasti sudah banyak yang bikin gemas saya setengah mati saat dia menghilangkan (mungkin) sudah selusin pensil tiap seminggu yang dia hilangkan dari mulai TK sampai kelas 2 SD. Dan sekarang dari kelas 3 sampai kelas 4 begitu banyak pulpen yang entah dimana rimbanya yang akhirnya mengharuskan saya membeli kembali.

Walaupun marah, terkadang saya suka senyum sendiri, terutama saat yang paling parah barang yang dia hilangkan, sepatu sebelah kanannya di sekolah! Tuh kan ikut senyum :D
Bagaimana engga, itu sepatu kan dipakai, bagaimana bisa hilang?


Mungkin itu pertanyaan kita, tapi ternyata waktu itu ada pelajaran komputer yang mengharuskan para murid meninggalkan sepatunya diluar kelas. Nah, saat pelajaran selesai rupanya teman2 lelakinya bercanda dengan menendang2 sepatu yang lain. Walhasil ketendanglah tuh sepatunya Jasmine entah kemana. Duh, begitu dia pulang seisi rumah bingung kenapa dia pulang sekolah memakai sendal. Sendal itu memang sendal dia yang dia tinggalkan di sekolah karena kalau ada les dan mesti stay  di sekolah lebih lama lebih enak memakai sendal saat berwudhu dan sholat sebelum les dimulai.Tapi tetap aja kan, kebangetan? Masa iya sebelah sepatunya ga ketemu2. Sampai sekarang lho!

Padahal Jasmine bukan anak bodoh. Biarpun ga pernah belajar di rumah selain kalau ada PR, dia tetap ranking 5 besar di kelasnya. Tapi ya itu, sifat pelupanya ga ilang2. Repot deh kalau dia tau ada PR tapi lupa halaman berapa PR nya itu. Akhirnya, menelpon temannya atau SMS guru kelasnya. -_-

Saya jadi penasaran dan mulai browsing di Mbah Google tentang sifat anak saya tersebut, kenapa masih di usia yang seharusnya ingatannya sangat tajam bisa sangat pelupa. Kalau mamanya jadi pelupa agak wajar juga kali ya, secara Age Effect  :-P (ngeles)

Pada satu artikel yang sangat bagus mengenai  Parenting di www.ronitbaras.com saya mempelajari bahwa:

Ketika anak tetap lupa pada sesuatu yang penting bagi mereka, ini adalah tanda adanya masalah daya ingat, tetapi ketika anak lupa akan sesuatu yang orang lain inginkan dari mereka, ini lebih kepada suatu indikasi dari kurangnya motivasi.

Untuk mengatasinya, gunakan peraturan-peraturan berikut


1. Gunakan kata-kata positif

Jangan gunakan kata “lupa”. Apapun yang terjadi, jangan memberi label pada anak. lebih baik fokus pada mengingat sesuatu. Katakan, “apakah kamu ingat untuk membawa topi ke rumah?” atau “tolong ingat untuk membawa topi ke rumah hari ini”.  Bersabarlah karena ini butuh waktu sekitar 3 minggu bagi otak untuk menukar dari kebiasaan lama (pelupa) kepada suatu hal yang baru (mengingat).

2. Beri Penghargaan

    Setidaknya dua kali sehari, temukan sesuatu yang dia ingat dan katakan, ”hebat loh kamu bisa ingat untuk bawa topi ke rumah”, “ibu bangga kamu ingat untuk membawa topi ke rumah hari ini. Kamu punya daya ingat yang baik!”.  Hargai bahkan setiap hal kecil, seperti “ibu lihaat kamu ingat untuk membersihkan tas sekolah” atau “ibu senang sekali kamu ingat untuk menelpon ketika akan pulang telat”.

3. Arahkan dan semangati

Bagaimanapun marah atau frustasinya Anda, hindari kata-kata yang merendahkan. Jangan katakan, “untung kamu tidak lupa membawa kepalamu!” atau seperti itu. Pertama hal itu berlawanan dengan peraturan no 1 yang menggunakan kata-kata positif dan kedua, penyerangan yang tersamar.
Anda sedang membantu anak Anda untuk berkembang dengan baik, bertanggung jawab tentang kebiasaan-kebiasaan. Perlihatkan frustasi Anda dengan berkata “ibu ingin kamu ingat untuk ibu” yang mana hal tersebut adalah motivasi eksternal.
Untuk mengembangkan motivasi internal untuk mengingat, lihatlah diri Anda sendiri disamping anak Anda, pelan tapi pasti berdua akan melihat dan menuju ke arah yang sama. Jika Anda ada untuk anak Anda, dia akan melakukan yang terbaik untuk Anda berdua.

4. Ajarkan cara mengingat

Ajarkan anak untuk membuat daftar dan mengikuti daftar tersebut. Ingatlah, Anda harus mengajarkan anak Anda untuk dirinya, bukan Anda. Jika dia pikir menulis daftar itu hanya bertujuan untuk menyenangkan Anda, dia akan melupakan daftar itu...
Buatlah pelajaran berarti untuknya untuk mengingat daftar itu. Taruhlah di tempat yang baik dan lihatlah bersama anak Anda. Carilah hal-hal yang akan menguntungkan baginya. Gunakan sesuatu yang anak Anda suka (jika anak Anda menyukai komputer, menaruh daftar tersebut adalah awal yang baik) sebagai penghargaan dalam mengingat.

Saya sangat setuju dengan penyelesaian tersebut. Tetapi bagaimana dengan konsekuensinya bila mereka lupa?

Dari apa yang saya tangkap diatas, pada kenyataannya, kita (orangtua) harus tetap merelakan anak-anak kita merasakan konsekuensi dari apa yang mereka lakukan. Sepertinya bukan hal yang mudah untuk dilakukan para orangtua atau para ibu khususnya, karena insting kita yang selalu ingin menolong anak kita bila sedang dilanda kesusahan. Mungkin susah pada awalnya tetapi saya dan kita semua akan belajar untuk mempercayai mereka untuk bertanggung jawab kepada diri mereka sendiri.

Stay happy and always be a great mother! J



2 comments
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...