2 Days in Jogja

Having fun in Jogja for 2 days

Suddenly Become A Model

A woman offered her to be her model when she wanted to watch only

Photo shoot - Sehari Bersama Jasmine

Pemotretan untuk iklan perumahan

Blank

A poem of loneliness

Pelupa pada anak

Kisah lucu pelupanya Jasmine

Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts
Labels: , ,

Proses dan keamanan melahirkan ala Lotus-Birth

Sebelumnya, baca : Apakah Melahirkan ala Lotus-Birth itu? Amankah?


Lotus Birth adalah proses persalinan dimana tali pusar dibiarkan tanpa dipotong dan bayi dibiarkan melekat pada plasenta sampai secara alami tali akan lepas dalam beberapa hari.


Lalu bagaimana sebenarnya proses melahirkan secara Lotus Birth itu?

Setelah melahirkan, biasanya plasenta akan ditaruh kedalam mangkuk atau waskom. Bila ingin dilapisi kain, gunakan yang sekiranya memungkinkan untuk pertukaran udara. Agar cepat kering ada yang menggunakan garam, dan ada pula yang menambahkan wangi-wangian seperti minyak essensial ataupun bunga-bungaan seperti lavender.

Lotus Birth
Kalau pengeringan plasenta tidak dilakukan secara baik, maka plasenta akan mengeluarkan bau tidak sedap. Bau tersebut dapat diatasi dengan penanaman plasenta secara langsung atau didinginkan (menyimpan dalam lemari es) setelah minggu pertama pasca persalinan. Kelahiran Lotus jarang dilakukan di rumah sakit. Lebih sering terjadi pada persalinan di rumah dan pusat-pusat kelahiran Lotus.

Melahirkan bayi dengan proses Lotus Birth ini sudah mulai dilirik para ibu hamil. Kenapa? karena menurut mereka proses ini dirasa cukup alami dengan membiarkan tali pusar tetap menempel dan akan putus dengan sendirinya. Mereka percaya hal ini dapat membuat bayi memiliki kekebalan tubuh yang lebih tinggi. Bagaimana dengan pendapat dokter? Sepertinya mereka belum menyetujui karena selain masih kontroversi, secara medis tali pusar seharusnya segera di klem untuk mencegah bayi menjadi kuning karena bilirubin {senyawa hasil metabolisme hati} yang tinggi.


Lotus adalah simbol penciptaan dalam mitologi Hindu dan Brahma,
tuan penciptaan diyakini berasal dari pusar Wisnu pada bunga teratai.

Tidak ada dokter atau rumah sakit yang menangani proses melahirkan ala Lotus Birth. Biasanya hanya rumah-rumah atau bidan-bidan tertentu secara tradisional yang menangani proses kelahiran ini. Terlebih lagi di Bali yang memang masih memegang budaya Hindu yang kuat yang menganggap Dewa Wisnu dilahirkan utuh atau yang sekarang kita kenal, metode Lotus Birth.








0 comments
Labels: , ,

Melahirkan ala Lotus Birth, Amankah?

Kemarin artis terkenal, Widi Mulia, atau yang kita kenal dengan sebutan Widi AB3 dan isteri dari aktor terkenal Dwi Sasono, melahirkan bayi ketiganya ala Lotus Birth. Apa sih Lotus Birth itu? Mungkin banyak yang asing dengan istilah baru ini, termasuk saya.

Widi Mulia & Dwi Sasono
Lotus Birth adalah proses persalinan dimana tali pusar dibiarkan tanpa dipotong dan bayi dibiarkan melekat pada plasenta sampai secara alami tali akan lepas dalam beberapa hari.

Menurut kebiasaan yang berlaku, tali pusar dipotong lalu ditutupi dengan kain kasa yang telah dilumuri dengan alkohol untuk menghindari infeksi pada bayi. Bagaimana dengan  kemanan Lotus Birth ini?

Jika dibiarkan untuk jangka waktu setelah melahirkan, ada risiko infeksi pada plasenta yang akibatnya bisa menyebar ke bayi. Plasenta sangat rentan terhadap infeksi karena mengandung darah. Pada tahap pasca-melahirkan, ia tidak memiliki sirkulasi dan pada dasarnya jaringan yang mati, "dan RCOG sangat menganjurkan bahwa setiap bayi yang mengalami Lotus-Birth dimonitor untuk infeksi. -Wiki-
Lotus Birth Baby

Untuk saya pribadi, melihat tali pusar/plasenta bukanlah hal yang mengenakkan. Tetapi tidak demikian dengan Widi Mulia. Meskipun belum tahu apa alasannya untuk melahirkan secara Lotus Birth, tapi marilah kita mengetahui Bagaimana proses dan keamanan ala Lotus-Birth.

0 comments
Labels: , , , ,

Mempersiapkan Si Kecil di Lomba Model pertamanya

Model, model, model

Ada alasan mengapa saya ingin mengikut sertakan anak-anak dalam berbagai perlombaan, khususnya model dan pemotretan. Setelah Jasmine, yang pengalamannya pernah saya tulis di photo shoot sehari bersama jasmine, kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang lomba fashion show adiknya, yakni Alya. Sebelum lomba ini, Alya memang pernah ikut fashion show secara tidak disangka-sangka. Baca artikel : suddenly become model.

Ini adalah lomba pertama Alya. Mereka memiliki beberapa tema untuk lomba. Ada glamor, santai dan fotogenik. Karena baru pertama kali, saya hanya memilih tema kasual dan fotogenik. Saya masih buta tentang lomba ini, tetapi mereka menjelaskan bahwa tema kasual hanyalah fashion seperti hari hari biasa. Jadi kami mulai mempersiapkan :
  • 2 stel t-shirt
  • 1 pc rok balet
  • 1 pc sepadu boot
  • 1 set aksesoris; gelang kalung, anting mutiara
  • sepasang ikat rambut pita
  • make up.

Dalam gambar akan seperti:



Lucu ya? kami mengajarinya cara berjalan di catwalk, tersenyum dan berpose. Dengan melihat sikap dan aksinya setiap hari di rumah dan memiliki sedikit pengalaman di fashion show, kami percaya bahwa Alya dapat bersaing dengan kontestan lainnya.

Kami datang ke mal sekitar 2 jam sebelum acara. Kita hanya ingin membaca situasi karena bagaimanapun, ini adalah kali pertama mengikut sertakan anak dalam lomba fashion show. Beberapa kontestan sudah mengambil posisi tempat duduk, bahkan ada yang sudah di make-up. Disini kita bisa melihat bahwa banyak dari mereka sudah mempunyai pengalaman dan dunia model. Bahkan dilihat dari cara mereka berbicara dengan pimpinan manajemen, saya menjadi tahu bahwa mereka sudah saling kenal satu sama lain. Bahkan memang sudah sering ikut perlombaan seperti ini.

Waktu berjalan, jam demi jam dan model demi model mulai berlaga di atas catwalk.  Terlihat Alya sudah mulai jenuh. Acara yang dimulai pukul 9 pagi ini tak terasa sudah menunjukkan pukul 2 sore. Neneknya terus menerus mengingatkan Alya tentang apa yang harus dilakukan. Begitu juga kakaknya, sepupunya, dan mereka menginginkan saya ikut juga mengingatkannya. Melihat bahasa tubuhnya, saya tahu sepertinya Alya terlihat jenuh dan tertekan. Dan benar saja, ketika waktunya tiba Alya untuk berpose, dia ngambek tidak mau naik. Walah.. saya jadi kasihan dan sedikit merasa bersalah. Semakin saya membujuk, semakin dia menangis. Saya pun terdiam dan mencari akal.

Akhirnya saya menggunakan senjata terakhir saya untuk membuat dia naik ke panggung. Walaupun masih didampingi, saya tetap menghargai usahanya. Dan ketika sesi fotogenic, untuk membangkitkan semangatnya yang mulai menurun lagi, saya berjanji untuk membelikannya es krim dan cokelat. Senyumnya lebih mengembang waktu saya katakan bahwa kita akan pergi ke ragunan kalau dia berani naik panggung sendiri. Dan berhasil!

What can I say? dia adalah anak yang ceria dan berani dalam kesehariannya dan kemarin Alya membutuhkan dukungan ketika dia merasa tidak lagi semangat dan salah satu dukungan, adalah mentraktirnya. hehehe.



















Berikutnya adalah sesi fotogenik. Ada tanpa tekanan, akhirnya dia bisa mengelola dirinya sendiri dan berpose seperti dikatakan untuk membuat hakim terkesan dengan tampilan dan tersenyum. Saya bangga padanya dan saya sangat menghargai apa yang dia lakukan. Dan apa yang dia punya lebih dari cukup ketika hakim diberikan dan banyak anak-anak dengan trofi sebagai finalis berbakat.



Meskipun saya tahu mereka diberikan piala sebagai hadiah hiburan. Tapi sebagai seorang ibu, saya tahu dia sangat senang dengan trofi itu, begitu pula saya. Saat itu adalah waktu yang tepat untuk berbisik kepadanya bahwa kalau dia ingin memiliki piala yang lebih besar, dalam lomba berikutnya dia akan berani dan tidak lagi menangis. Dia setuju. hehehe. Mudah-mudahan di lomba berikutnya dia akan lebih berani, karena akan mendapatkan lebih banyak prestasi dan bangga dengan dirinya sendiri.

Selain Alya, saya juga mengambil pengambil pengalaman dari lomba ini. Berikut saya bagikan kepada bunda yang ingin mengikut sertakan si kecil dalam lomba model atau fashion show :
  • Pastikan waktu dan lokasi di mana acara akan diselenggarakan.
  • Pastikan bunda mengajarinya untuk berpose atau tersenyum.
  • Siapkan pakaian / kostum setidaknya seminggu sebelum acara berdasarkan tema. Jika bunda bisa, buatkan baju / kostum yang terlihat unik dan berbeda dengan kontestan lainnya sehingga juri akan mudah mengingat tentang si kecil.
  • Selalu siapkan baju / kostum cadangan
  • Pastikan untuk memberi makan si kecil sebelum pergi.
  • Bawakan mainan atau buku gambar, barangkali si kecil bosan ketika menunggu. Hal ini juga untuk menjaga semangatnya.
  • Tiba di tempat setidaknya satu jam sebelum acara dimulai.
  • Ingatkanlah mereka secukupnya. Jika itu pengalaman pertama mereka - seperti Alya -, bunda lebih baik tidak mengingatkan mereka (untuk berpose) terlalu banyak .. Bunda mungkin ingin semuanya berjalan dengan baik, tetapi mereka sudah gugup. Jika bunda selalu berusaha mengatakan "kamu harus begini-begitu, jangan lupa begini-begitu" hanya akan membuat mereka semakin tertekan. Ingatkanlah mereka secukupnya. Merekapun akan mempunyai pengalaman sendiri dalam bersikap.
  • Jika mereka menangis untuk apa pun itu, (contoh: kebutuhan untuk tidur siang, lapar, gugup atau tekanan), pastikan bunda tidak menekan mereka. Jangan membuat mereka bersalah dengan mengatakan "jika kamu sayang bunda, kamu harus melakukan yang bunda katakan". Sambil memeluk si kecil,bunda bisa mengatakan" kamu anak hebat,bunda bangga kamu bisa melakukan sejauh ini, tapi bunda tahu kamu bisa lebih hebat dari ini. Tunjukkan keberanianmu ya nak"
  • Jika kata-kata tidak juga bisa membujuknya, rayu mereka dengan janji. Jangan terlalu jauh, hadiahkanlah si kecil jika berani bergaya sendiri, bunda akan membelikannya coklat atau es krim.
  • Selalu menghargai apa yang mereka lakukan. mereka telah melalui hal yang membuat mereka tidak nyaman. Memberanikan diri untuk menunjukkan keberaniannya melangkah sendiri di atas panggung adalah sebuah langkat hebat. Memberikan ciuman, pelukan, pegang tangannya sebelum naik panggung, atau jempol ketika mereka tengah beraksi akan membuatnya lebih percaya diri . Dan itu yang memang bunda coba untuk ajarkan, kan?
  • Berbesar hati jika si kecil tidak menang. Besarkan hati mereka juga jika ternyata mereka tidak mendapatkan piala seperti yang lain. Bunda bisa membisikkan kepada si kecil bahwa ia juga bisa mendapatkan piala jika di lain waktu mereka lebih berani dan tidak lagi menangis. Atau kalau bunda mau, bunda bisa juga kok menyediakan piala pribadi sebagai usaha menghargai keberanian mereka. 
Demikian tips mempersiapkan si kecil untuk ikut lomba model/ fashion show. Semoga bermanfaat. Selamat berlomba!

0 comments
Labels: , , , ,

How to prepare a kid in her first model

Model, model, model
Lol seems I eager too much to bring my girls into model field. After brought Alya into fashion show -read suddenly become model - and Jasmine in photo shoot sehari bersama Jasmine, here I wanna tell you about another story, not far from a model anyway. Alya was rolled into model contest with some small artist management in one of mall in west java city, Depok.

This is the first contest Alya have rolled and they have some themes for the contest. There were glamour, casual and photogenic. Since this is the first, I choose casual and photogenic theme. I was still blind about this contest, but they explained casual means like everyday casual. So according with that, we tried to find the suitable wardrobe for the contest. They were :

  • two pieces of t-shirts 
  • one piece of ballet skirt
  • one piece of light cream beautiful  boot 
  • one set of accessories; pearl bracelet, necklace, ear rings
  • one pair of ribbon hairbands
  • last but not least, make up.


In image would be like:



Cute isn't it? we taught her how to run in catwalk, smile and other attitude and by her act daily at home and having experience in Fashion Show, we believe that she can beat another contestants.

So this is it. We came to the mall about 2 hours before time.  We could see some contestants already had a seat and all of them made up them self. There I could see by the look of them, they already have many experience in modelling and by they talk with the management leader, I think they already know each other. Well, this is would be hard.

Hour after hour we saw model by model run on the catwalk. Constantly her grandma reminded her how to walk, pose, or smile. Repeated by her cousin, her sister and (with sympathy} I should remind her too. I think she got bored, plus, it was lunch and nap time. So when her time to run, crankily she didn't want to pose. More than that, when I tried to persuade her, she cried more. Lol. Both panic and pity to see her. A little feeling guilty from pressing her actually.

Finally I used my last weapon to make her stand alone. I will buy her ice cream and chocolate and so will go to the zoo if she dare to . Lol. what can I say? she is a cheerful and brave kid in fact and yesterday she needed support when she felt down and one of ways are those treats. Lol.

Here they are ;

 

Next was photogenic session. There without any pressure, finally she could manage herself and pose as said to make judges impress by her look and smile. I was proud of her and I am so appreciate what she did. And what she got is more than enough when judge awarded her and many kids with trophy as the talented finalists. 


Even though I know they awarded her as a consolation prize. But as a mother, I know she was so happy with that trophy, and so I am. And that moment was the right time to whisper to her that if she wants to have the bigger or the biggest trophy, next she would be brave and no more cry. She was agree. Lol, that time.Hopefully in the future she become bolder, so she will gain more achievements and proud of herself. 

Then what could I learn from this experience? It's about how to prepare a kid in the contest

  • Make sure about time and location where event will be held.
  • Make sure you teach her/him how to pose or smile.
  • Prepare dress/costume at least a week before time based on theme. If you can, make it look unique and different with other contestants so judges will easily remember about her/him.
  • Always prepare a spare shirt/dress.
  • Make sure to feed them before going. 
  • Bring her/his toys or drawing book in case they get bored in waiting.
  • Arrive at least an hour before the event starts.
  • If it's their first experience - like Alya -, you better not remind them too much.. You might want everything run well but they are already nervous, your reminding like "later you should do this that" only will make them in more pressure.
  • If they are crying for whatever it is, ( example : need to take a nap, hungry, nervous or pressure, make sure you will not press against them. Don't make them guilty by saying "if you love me, please do it for me". While holding them, you might could say "you do great today by staying here. But I know you could do more if you could show them how brave you are".
  • If words are not working, cooed them with promise. Don't take it far, just like will buy them chocolate or ice cream they mostly love.
  • Always appreciate what they do. they've been through a period of being uncomfortable and ventured to show his prowess in front of you, so a plant of kiss, hugs, hold their hands before get on stage, or thumbs up while they are in acts, will gain more confidence. And that's what you trying to teach, right?
  • Heartened yourself if your child does not win. Reassurance them anyway if they do not win this time and get a trophy because after all they have done their best. Make sure that the next time they will be able to get a trophy if they are brave and cry no more.
  • In Alya case, the management who held this event has been providing small trophies as a reward for children who have dared to race (you can provide a private small trophy as a gift too, although they not win. So I said to her that "next time you can have that bigger trophy if you can be bolder and no more crying" then we got high five. That will make her feel challenged. Hopefully it will work.




0 comments
Labels: , ,

Kapankah ibukotaku bebas dari PMKS??

Pernah liat pengemis atau pengamen di jalan atau di bus? sering. pasti itu yang akan kamu jawab kalau ada pertanyaan seperti itu. Ada yang teriris hatinya melihat pengemis tua yang tertatih-tatih berjalan diantara hiruk pikuk jakarta (pasti langsung inget orang tua atau simbah di kampung). Boro-boro berlari, berjalan aja butuh waktu jeda beberapa menit lagi untuk meneruskan perjalanan. Tapi banyak dari mereka yang bikin kesel. Entah karena kelakuan mereka yang memaksa untuk meminta tanpa kerja. 

Misalnya saja pengemis orasi yang terdiri dari 2-3 orang. Baru naik bis saja mereka sudah berteriak. " permisi.." katanya. tetapi dengan tegas seperti membentak dengan maksud penumpang menjadi takut dan memberi recehan sama mereka, jelas hal yang menjengkelkan. Sepertinya kok penumpang kaya "diperas" secara tidak langsung.

Banyak juga anak-anak punk yang seperti ini. Kalau ga dikasih langsung berhenti di depan penumpang itu dengan mata agak dimelototkan seakan-akan penumpang itu punya utang sama mereka. Kalau tidak dikasih juga, bisa jadi mereka akan menyindir dengan keras. "Semoga yang tidak memberi tidak terjadi apa-apa dan barangnya tidak ada yang hilang". Ancaman atau bukan?


Anak-anak punk

Ada juga pengamen ibu-ibu yang membawa anak kecil, ada yang bayi ada juga yang kira-kira 3 tahunan. Mungkin kalau yang bayi masih bisa digendong ya, tapi untuk balita ini, kira-kira pukul 18.30 WIB dimana anak-anak harusnya sudah siap-siap untuk tidur, dia harus tetap melek untuk membantu ibunya mencari uang dijalanan, padahal matanya sudah kuyu. Entah sudah makan atau belum. Kadang pernah saya melihat ada yang menutup mata tidur sambil berdiri dan kadang hampir jatuh lalu ditopang sama ibunya kadang juga sama penumpang lain. Saya tadinya engga mau memberi, sesuai dengan anjuran pemerintah. Tapi apa daya.. naluri keibuan saya terpanggil (yang memang dimanfaatkan oleh pengemis) untuk memberi uang kepada bocah itu. Eksploitasi? 

Entahlah. Mungkin juga mereka tidak tahu eksploitasi itu apa atau memang keadaan yang memaksa si ibu untuk membawa anaknya mencari uang, karena tahu anak kecil bisa dijadikan senjata untuk "memaksa" penumpang mengeluarkan uang. Walaupun mereka tahu resiko yang harus dihadapi selain satpol pp. Yakni resiko kecelakaan di jalan, atau bahkan mungkin kematian karena anaknya yang terus menerus menghisap debu dan polusi jalanan.

Masih banyak lagi macam-macam pengamen dan pengemis. Namun yang masih saya sukai adalah pengamen yang sopan, bernyanyi dengan suara bagus dan lagu yang masa kini. Bisa jadi saya bisa memberi lebih. he he he.

Lanjut.
Mau tau data pengamen dan pengemis atau penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya di Jakarta yang kita cintai ini? Baca dulu yang ini.



Capture berita tersebut saya peroleh dari www.poskotanews.com. Disitu juga menerangkan bahwa diantara 11 bulan mereka menjaring para pengemis, bulan Juli adalah paling banyak. Mengapa? karena bertepatan dengan bulan puasa. Mereka berdatangan dari berbagai daerah untuk meraup untung dari orang-orang yang memang mengharapkan banyak pahala dengan memberikan santunan dibulan suci ini. 




Nah, dengan posisi data tersebut, apakah tahun ini bisa berkurang dengan adanya pergantian pimpinan, baik presiden maupun gubernur? Mudah-mudahan bisa. Selalu berfikir positif karena masalah ini bukan hanya masalah pengemis. Tapi juga masalah PMKS lainnya seperti gelandangan, waria, pekerja seks komersial, pengamen, pemulung, dan anak jalanan. Lainnya, orang terlantar, peminta kotak amal, pedagang asongan, joki 3 in 1, pak ogah atau tukang parkir liar, dan PMKS lain seperti warga tanpa identitas, tukang ojek, tukang becak, tukang loak.

0 comments
Labels: , , , ,

Daftar Makanan Yang Mengandung Bahan Penyebab Kanker


Barusan aja saya di share oleh adik ipar saya mengenai daftar makanan apa saja yang mengandung bahan penyebab kanker:

DAFTAR MAKANAN ANAK-ANAK YANG MENGANDUNG BAHAN PENYEBAB KANKER
1. Okky Jelly Drink
2. Okky Bolo Drink
3. Inaco Jelly
4. Happydent White
5. Alloy Jelly
6. Donna Jelly
7. Lotte Juicy Fresh
8. Hore
9. Jas Jus
10. Disney SegarSari
11. Nutrisari Hangat
12. Segar Dingin
13. Frutilo Magic
14. Fortiplus
15. Vidoran Freshdrink
16. Hemaviton Jreng 17. Pop Ice
18. Ice Milk Juus
19. Naturade Gold
20. MariMas
21. Finto
22. Buah Sari
23. MariTeh Instan
24. Teh Sisri
25. Marimas degan
26. Kola-Kola
27. Sparta
28. Pop Drink
Si Manis Peracun Anak
Nyaris 1 juta dolar AS uang riset digelontorkan, sementara lebih dari 1.900 ekor tikus dilibatkan. European Ramazzini Foundation on Oncology and Enviromental, lembaga riset terkemuka di Italia itu, ingin membuktikan, apakah betul Aspartam sejenis pemanis buatan itu berbahaya bagi kesehatan.
Ramazzini tidak keliru. Bahkan, fakta yang mereka kantongi jauh lebih lebih mengerikan ratusan tikus telah siap menunggu ajal. Aspartam, pemanis nonkalori yang memiliki tingkat kemanisan 200 kali gula itu, membikin tikus-tikus tadi langsung dihajar kanker mematikan. Riset yang digelar pertengahan 2005 lalu itu membuat Uni Eropa kian yakin dengan keputusan mereka melarang penggunaan pemanis buatan pada produk makanan. Jajanan anak-anak, terutama. Jepang, Malaysia, Brunei, Vietnam, langsung mengekor langkah Uni Eropa. Mereka haramkan pula Siklamat, jenis pemanis buatan yang diduga dapat memicu kanker.
Bagaimana Indonesia?
Alih-alih dilarang beredar, produk-produk ini sejak lama menjadi kawan akrab anak-anak SD. Mudah ditemui di warung-warung, bahkan dijajakan secara besar-besaran di supermarket. Survei Lembaga Konsumen Jakarta (LKJ) sepanjang Juni hingga Juli di sejumlah titik di DKI Jakarta membuktikan hal itu.
''Dari 49 sampel yang kami ambil, lebih dari separuhnya mengandung pemanis buatan dalam konsentrasi tinggi,'' kata Lies Permana Sari. Anggota tim peneliti LKJ itu, kemarin (9/8), membeberkan temuan mereka yang telah dikonfirmasi laboratorium Sucofindo.
Disebut berkonsentrasi tinggi, sebab produk ini memuat kadar gula berlipat-lipat. Selain mengandung gula murni, produk tadi juga ditambahi pemanis. Padahal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) jelas-jelas mengatakan, pemanis buatan hanya digunakan pada pangan rendah kalori dan pangan tanpa penambahan gula. Adapun sampel-sampel yang disisir LKJ meliputi produk jelly, permen, dan minuman. Ini produk jajanan anak-anak. ''Kami sengaja memilih jenis itu,'' dia menambahkan. Ada 25 merek jelly, 16 merek minuman serbuk, dan delapan merek permen. Kelebihan zat pemanis ditemukan bukan hanya pada merek-merek tak terkenal, tetapi juga brand-brand yang sering nongol di layar televisi.
Bukan cuma mengandung konsentrasi pemanis tinggi, produk itu juga seperti berupaya menyembunyikan sesuatu. Beberapa produk, seperti Okky Jelly Drink, Okky Bolo Drink, Happydent White, Yulie Jelly, Donna Jelly, Lotte Juicy Fresh, Vidoran Freshdrink, Naturade Gold, dan Mariteh Instant, tidak mencantumkan batas maksimum penggunaan pemanis buatan Aspartam.
Ini, menurut Lies, menyangkut perkara cukup penting. Riset European Ramazzini Foundation tahun silam membuktikan bahwa pemanis buatan Aspartam berisiko memicu kanker dan leukimia pada tikus percobaan bahkan pada dosis pemberian Aspartam hanya 20mg/kg BB.
''Secara anatomis tikus mirip dengan manusia. Apa yang terjadi tikus amat mungkin terjadi pula pada manusia,'' kata dr Nurhasan, anggota tim riset LKJ. Karena itu pencantuman komposisi pemanis pada produk amat penting, sebab ada acceptable daily intake (ADI) atau batas jumlah pemanis yang boleh dikonsumsi seseorang sepanjang hidup.
Bahkan, kata dia, jauh-jauh hari riset BPOM pada November-Desember 2002 sudah menunjukkan bahwa konsumsi Siklamat sudah mencapai 240 persen ADI, sementara Sakarin pemanis buatan pemicu kanker kemih sebanyak 12,2 persen nilai ADI. Tak pelak, kata Lies, anak-anak merupakan konsumen yang paling rentan terhadap dampak negatif dari pemanis buatan. ''Otak mereka masih berkembang,'' terang dia. Beragam riset menunjukkan bahwa pemanis buatan, terutama Aspartam, berpotensi memicu keterbelakangan mental akibat penumpukan Fenilalanin menjadi Tirosin pada jaringan syaraf.
Berbeda dengan tikus, efek dari pemanis buatan pada manusia memang tak mewujud seketika. Ia terus berakumulasi dan akan dipanen setelah si anak beranjak dewasa. ''Karena itu, ini boleh dibilang silent disease,'' tutur Lies seraya mengutip riset di Italia yang menunjukkan bahwa sudah ada bukti serangan kanker akibat konsumsi pemanis buatan.
Apa alasan produsen menaburi pemanis makanan? Sulit dipungkiri, terang Lies, ini terkait dengan upaya mereduksi ongkos produksi. ''Kalau dengan sedikit pemanis saja sudah bisa menggantikan konsentarasi gula, kenapa tidak dipakai?,'' kata Lies seraya mengatakan bahwa Aspartam, Sakarin, dan Siklamat memiliki tingkat kemanisan dari 30 hingga 300 kali gula.
Menurut tim LKJ, As'ad Nugroho, BPOM hingga saat ini berkeras pemanis buatan masih aman dikonsumsi umum asalkan memenuhi komposisi. Apalagi ada 50 negara yang masih memperbolehkan meski soal aman tidaknya pemanis buatan masih diperdebatkan hingga detik ini. Pada kenyataannya, terang dia,soal komposisi aman ini banyak produsen yang membandel.
''Saat minta izin BPOM, mereka memberikan produk yang komposisinya tepat. Ke pasar, mereka meluncurkan produk yang lain,'' kata dia.
MASIH BERANI NGASIH JAJAN ANAK SEMBARANGAN...?? ^^
Tadinya saya pikir itu hasil investigasi oleh salah satu stasiun TV karena memang adik ipar saya memang bekerja disana. Tapi ternyata dia juga mendapatkan informasi itu dari salah satu teman dan me-share juga.
Kayaknya pemerintah harus cepat-cepat memverifikasikan ini kepada khalayak. Karena mungkin saja ini berita hoax walaupun keliatannya sih beneran. Tinggal tunggu saja kebenarannya :)

0 comments
Labels: , , ,

A Little Surprise From My Elder Daughter


Yesterday when I tried to choose what video I would like to upload in youtube, My eyes found something unfamiliar video appear in my laptop folder. I thought I never made such that video. Image can be seen in thumbnail. So I played it,



Oh my God! instantly my eyes glazed to see surprised my elder daughter gave to me. Without my knowledge she made me video to show how she loves and very appreciate for what I do to her and her sister [text in my language though].

As you see, video contains a combination of some of our best photos [she thought so] in some places and any styles [glad she didn't include one or some "bad style of me"] lol. 

But anyway, I could say she is smart. Another kids may can do better for making video than her. A lot better. But still I appreciate what she has made and very proud of her because beside she made one of best she can do to me, she also make me proud because can do what I asked when I was away with her sister and left her my laptop and internet. Been responsible in using internet for her age. She was only using facebook to play game and some comment to her friends's status and playing game online in another site too. The rest as you can see.. her lovely video to her lovely mom. #wink

PS: 
Jasmine, if you wanna make me video again, you don't have to say "I will always remember you". 
I'm still alive! LOL




0 comments
Labels: , , , , , ,

Suddenly Become A Model


Hi There!

Today I'm gonna tell you about one of my girl activity.. again. Hey! they are so adorable so nothing can stop me for showing off to world about them. lol

0 comments
Labels: , , , , ,

Infeksi Saluran Kemih


Agustus lalu di awal bulan puasa, anakku yang kecil Alya umur 4 tahun, suatu hari mengeluhkan perutnya sering sakit. pada waktu itu saya pikir karena dia telat makan, walaupun neneknya selalu bersikeras bahwa beliau selalu memberikan makan tepat waktu. Belum lagi cemilan diluar makan dan
susu kotak lebih dari sekali sehari diluar susunya sendiri. pada waktu itu saya juga ragu sendiri kalau dia memang kena sakit Mag ataupun masuk angin, karena saya tau neneknya malah lebih perhatian kalo menyangkut soal makan anakku, dibanding mamanya. hehehe

Setelah saya berikan obat masuk angin untuk anak, diberi minuman hangat dan bed rest, dia lebih baik dan seperti biasa ceria lagi. Tapi beberapa hari kemudian dia mengeluh lagi sama ibuku kalau perutnya sakit dan dia meringis, walaupun begitu ia tetap ceria. Badannya mulai hangat beberapa hari lalu panas. Sayapun membawanya ke dokter setelah gejala yang sama masih saja ada walaupun sudah diberikan parasetamol. Seminggu berat badannya turun 2 kg dari 18,5 kg karena tidak mau makan. Bahkan saya sampai memberikan pula obat cacing karena panik melihat badannya yang menjadi kurus.

Dokter menganjurkan untuk tes darah. Saya agak sedikit lega karena yang saya takutkan terkena penyakit tifus tidak terlihat di hasil tes nya. Setelah meminum obat hangatnya berangsur-angsur turun. Namun hari yang ketiga badannya panas sampai 38 derajat celcius. Karena pada saat itu saya sedang di kantor, neneknyalah yang membawanya kembali ke klinik dan saya langsung menyuruh beliau untuk kembali tes darah di laboratorium yang lebih baik karena kantor saya agak jauh dan butuh waktu untuk sampai di rumah. 



Sampai di rumah saya melihat hasil tes dan dokter yang menyatakan Alya terkena tifus dan menyarankan untuk segera dirawat karena ditakutkan malam nanti Alya akan lebih panas dan kehilangan banyak hemoglobin. Mata sayapun berlinang..

Jadilah Alya dirawat di RS. persahabatan yang memang banyak dokter ahli dalam bidang penyakit dalam. 3 hari dirawat disana, pada hari kedua kita baru mengetahui bahwa apa yang dikatakan dokter klinik dan laboratorium terdahulu adalah salah. Alya bukan terkena penyakit tifus, tetapi Infeksi Saluran Kemih (ISK karena yang seperti dokter duga, dan memang seperti itu adanya, Alya sering menahan pipisnya dan sempat mengeluh juga saat pipis.

Dokter menyarankan agar Alya tidak lagi menahan pipisnya dan secara teratur harus dikeluarkan air seninya supaya tidak tertahan lagi, cebok dengan bersih setelah pipis dan rajin minum supaya bakteri tidak bisa lagi menyerang. Karena yang ditakutkan infeksi yang umumnya kebanyakan disebabkan oleh bakteri terutama E.coli ini akan menyerang lagi dan merusak ginjal. Ih, seremnya... saya jadi takut. Makanya semenjak itu kami sekeluarga selalu mengingatkan Alya untuk buang air kecil dan juga tidak menahan feses nya, karena menurut dokter itu juga bisa menyebabkan saluran kemih tertekan sehingga menghambat aliran air seninya saat ingin dikeluarkan. Makanya bakteri dapat tumbuh subur saat urin tidak dikeluarkan.

Jika bunda juga merasa si kecil punya gejala yang sama dengan anak saya, segera dibawa ke dokter ya bun. Atau dibawa langsung ke rumah sakit agar dapat di diagnosa dengan cepat, apa sakit dan penyebabnya. Alhamdulillah Alya dapat disembuhkan dengan cepat karena gejalanya masih ringan. Walaupun setelah itu mamanya terkena sakit tifus karena kecapekan dan kurang makan saat bulan puasa di rumah sakit. hehhee

Baca juga mengapa anak menahan buang air besar

0 comments
Labels: , , , ,

Photoshoot – Sehari Bersama Jasmine


Setengah 4 pagi alarmku berbunyi. Mata masih merah Dan sepet banget karena jam 11 malam baru tidur mempersiapkan keperluan si Jasmine buat pemotretan besok. Dari membuat Surat Ijin tidak masuk sekolah, sarapan besok pagi, cemilan selama di jalan terus lanjut menggosok baju Dan merapikannya di travel bag. Untung sepagi itu Jasmine ga susah buat dibangunin.

0 comments
Labels: , , ,

Bidan oh bidan


Ngomongin soal bidan.. orang orang yang berkecimpung di dunia perbidanan ini menuruts aya adalah orang orang yang memang sangat sangat berbudi mulia.

Bukannya melecehkan profesi dokter umum atau spesialis lain. Mereka juga hebat, tetapi memang dalam praktek langsung dalam persalinan, sang bidan, walau bagaimanapun sifat yang hadir didalam mereka, kita akan sangat berhutang budi pada mereka atas apa yang pernah mereka lakukan. Bayangkan saja, satu kesempatan dapat menolong 2 orang

0 comments
Labels: , ,

Pelupa Pada Anak


Anak perempuan saya, Jasmine sangat pelupa. Entah apa yang ada di pikirannya saat itu. Yang pasti sudah banyak yang bikin gemas saya setengah mati saat dia menghilangkan (mungkin) sudah selusin pensil tiap seminggu yang dia hilangkan dari mulai TK sampai kelas 2 SD. Dan sekarang dari kelas 3 sampai kelas 4 begitu banyak pulpen yang entah dimana rimbanya yang akhirnya mengharuskan saya membeli kembali.

Walaupun marah, terkadang saya suka senyum sendiri, terutama saat yang paling parah barang yang dia hilangkan, sepatu sebelah kanannya di sekolah! Tuh kan ikut senyum :D
Bagaimana engga, itu sepatu kan dipakai, bagaimana bisa hilang?


Mungkin itu pertanyaan kita, tapi ternyata waktu itu ada pelajaran komputer yang mengharuskan para murid meninggalkan sepatunya diluar kelas. Nah, saat pelajaran selesai rupanya teman2 lelakinya bercanda dengan menendang2 sepatu yang lain. Walhasil ketendanglah tuh sepatunya Jasmine entah kemana. Duh, begitu dia pulang seisi rumah bingung kenapa dia pulang sekolah memakai sendal. Sendal itu memang sendal dia yang dia tinggalkan di sekolah karena kalau ada les dan mesti stay  di sekolah lebih lama lebih enak memakai sendal saat berwudhu dan sholat sebelum les dimulai.Tapi tetap aja kan, kebangetan? Masa iya sebelah sepatunya ga ketemu2. Sampai sekarang lho!

Padahal Jasmine bukan anak bodoh. Biarpun ga pernah belajar di rumah selain kalau ada PR, dia tetap ranking 5 besar di kelasnya. Tapi ya itu, sifat pelupanya ga ilang2. Repot deh kalau dia tau ada PR tapi lupa halaman berapa PR nya itu. Akhirnya, menelpon temannya atau SMS guru kelasnya. -_-

Saya jadi penasaran dan mulai browsing di Mbah Google tentang sifat anak saya tersebut, kenapa masih di usia yang seharusnya ingatannya sangat tajam bisa sangat pelupa. Kalau mamanya jadi pelupa agak wajar juga kali ya, secara Age Effect  :-P (ngeles)

Pada satu artikel yang sangat bagus mengenai  Parenting di www.ronitbaras.com saya mempelajari bahwa:

Ketika anak tetap lupa pada sesuatu yang penting bagi mereka, ini adalah tanda adanya masalah daya ingat, tetapi ketika anak lupa akan sesuatu yang orang lain inginkan dari mereka, ini lebih kepada suatu indikasi dari kurangnya motivasi.

Untuk mengatasinya, gunakan peraturan-peraturan berikut


1. Gunakan kata-kata positif

Jangan gunakan kata “lupa”. Apapun yang terjadi, jangan memberi label pada anak. lebih baik fokus pada mengingat sesuatu. Katakan, “apakah kamu ingat untuk membawa topi ke rumah?” atau “tolong ingat untuk membawa topi ke rumah hari ini”.  Bersabarlah karena ini butuh waktu sekitar 3 minggu bagi otak untuk menukar dari kebiasaan lama (pelupa) kepada suatu hal yang baru (mengingat).

2. Beri Penghargaan

    Setidaknya dua kali sehari, temukan sesuatu yang dia ingat dan katakan, ”hebat loh kamu bisa ingat untuk bawa topi ke rumah”, “ibu bangga kamu ingat untuk membawa topi ke rumah hari ini. Kamu punya daya ingat yang baik!”.  Hargai bahkan setiap hal kecil, seperti “ibu lihaat kamu ingat untuk membersihkan tas sekolah” atau “ibu senang sekali kamu ingat untuk menelpon ketika akan pulang telat”.

3. Arahkan dan semangati

Bagaimanapun marah atau frustasinya Anda, hindari kata-kata yang merendahkan. Jangan katakan, “untung kamu tidak lupa membawa kepalamu!” atau seperti itu. Pertama hal itu berlawanan dengan peraturan no 1 yang menggunakan kata-kata positif dan kedua, penyerangan yang tersamar.
Anda sedang membantu anak Anda untuk berkembang dengan baik, bertanggung jawab tentang kebiasaan-kebiasaan. Perlihatkan frustasi Anda dengan berkata “ibu ingin kamu ingat untuk ibu” yang mana hal tersebut adalah motivasi eksternal.
Untuk mengembangkan motivasi internal untuk mengingat, lihatlah diri Anda sendiri disamping anak Anda, pelan tapi pasti berdua akan melihat dan menuju ke arah yang sama. Jika Anda ada untuk anak Anda, dia akan melakukan yang terbaik untuk Anda berdua.

4. Ajarkan cara mengingat

Ajarkan anak untuk membuat daftar dan mengikuti daftar tersebut. Ingatlah, Anda harus mengajarkan anak Anda untuk dirinya, bukan Anda. Jika dia pikir menulis daftar itu hanya bertujuan untuk menyenangkan Anda, dia akan melupakan daftar itu...
Buatlah pelajaran berarti untuknya untuk mengingat daftar itu. Taruhlah di tempat yang baik dan lihatlah bersama anak Anda. Carilah hal-hal yang akan menguntungkan baginya. Gunakan sesuatu yang anak Anda suka (jika anak Anda menyukai komputer, menaruh daftar tersebut adalah awal yang baik) sebagai penghargaan dalam mengingat.

Saya sangat setuju dengan penyelesaian tersebut. Tetapi bagaimana dengan konsekuensinya bila mereka lupa?

Dari apa yang saya tangkap diatas, pada kenyataannya, kita (orangtua) harus tetap merelakan anak-anak kita merasakan konsekuensi dari apa yang mereka lakukan. Sepertinya bukan hal yang mudah untuk dilakukan para orangtua atau para ibu khususnya, karena insting kita yang selalu ingin menolong anak kita bila sedang dilanda kesusahan. Mungkin susah pada awalnya tetapi saya dan kita semua akan belajar untuk mempercayai mereka untuk bertanggung jawab kepada diri mereka sendiri.

Stay happy and always be a great mother! J



2 comments
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...