2 Days in Jogja

Having fun in Jogja for 2 days

Suddenly Become A Model

A woman offered her to be her model when she wanted to watch only

Photo shoot - Sehari Bersama Jasmine

Pemotretan untuk iklan perumahan

Blank

A poem of loneliness

Pelupa pada anak

Kisah lucu pelupanya Jasmine

Showing posts with label Friendship. Show all posts
Showing posts with label Friendship. Show all posts
Labels: ,

Melihatmu.. Di hari Terakhirmu..

Pada akhir tahun di tanggal merah yang kudus,
Diantara bau obat dan erangan dari wajah-wajah pucat menahan sakit,
Diantara orang-orang yang panik dan suster yang hilir mudik,
Terbaring tubuh kurusmu bersandar,
Mata terpejam mulut menganga mengatur nafas yang makin terbatas,
Halus kulitmu kubelai dengan kasih,
Ku pijat kakimu perlahan diiringi batukmu yang tertahan,
"Aku cape.." Berulang Kali kau ucapkan itu,
Bukan Ku tak tahu makna ucapanmu, karena keegoisan ku tak mau tahu,










Detak jam berjalan pelan, ada logika yang tak ingin Ku ucapkan,
Wajahmu lelah dan kau mulai menyerah,
Ku palingkan wajah sejenak, menghilangkan sedikit penat.
Bukan, bukan karena kamu.. Tetapi karena kebodohanku..
Disaat terakhirmu aku malah meninggalkanmu..
Bodoh! Berulang Kali aku mengatakannya pada diriku..

Dalam satu tarikan nafas, tumor yang menggerogoti lehermu tersenyum puas,
Jiwamu terbang melayang tanpa batas

Ada duka tersirat dibalik wajah yang tak dapat lagi merona,
Buah hati..
Tenanglah kau sekarang jiwa yang tak mudah putus asa,
Pemilikmu akan selalu menjaga buah hatimu..
Ku biarkan airmataku berderai
Bukan aku tak merelakanmu, tapi tak lagi kutemukan orang sebaikmu.

Selamat tinggal.. kau akan selalu ada dihatiku..
Selamat tinggal.. Semoga kau diterima disisi-Nya..
Selamat tinggal.. Sahabatku..
Doaku.. untukmu.. 


RIP : Eka Puspita Sari 
20 Januari 1978 - 25 Desember 2014


0 comments
Labels: , , ,

Beauty of Curug Seribu ( Thousand Waterfall )

( For Bahasa version, read Keindahan wisata curug seribu )

Curug Seribu is one of the tourist destinations in Indonesia which is famous for the beauty of the waterfall. Curug Seribu means is a thousand waterfalls, located in Gunung Bunder, Bogor.

People might recognize this place as a tourist area containing mystical, but I think this place looks very exotic and beautiful, especially with the many waterfalls, shady trees, crystal clear water and rocks that still looks natural. It's a little dark in some places and also the way a little bit slippery, but perhaps also because at that time I was traveling in the rainy season begins.


Two years ago we were there driving a private car and takes about 2 hours to reach the place from Jakarta. That includes buying snacks for the road. hehehe. When we got there first we stopped at the tavern for lunch. Hot tea and instant noodles enough to make us warm in a city which is known as the city of rain.

Before further, we pay a ticket for Rp. 15,000 at the main entrance of the attraction Gunung Bunder. uphill journey upwards with a speed of only 20 km / h for fear of slippery roads. Having reached the main objectives, namely Curug Seribu, cars in the parking but we didn't go straight up to the destination because of the rain that suddenly came hard. About 10 minutes the rain stopped and then we went out. By paying another entrance fee to Curug Seribu for Rp. 5,000, we straight up the stairs to where the waterfall is, with very carefully and holding each other.





It turns out that our struggle was so worth. We are amazed at the scenery is very beautiful waterfalls, ranging from the smallest to the largest., the water was cold but refreshing but it can be drunk directly in front of us. It's nothing compared to the Grand Canyon, US. But it is quite beautiful to look at as well. Cold but also refreshing. I just wanted to go back there again.

0 comments
Labels: , , ,

Keindahan Wisata Curug Seribu

( For English version, read Curug Seribu - Thousand Waterfall )

Curug Seribu adalah salah satu tujuan wisata di indonesia yang terkenal akan keindahan air terjunnya. Curug seribu artinya adalah seribu air terjun, terletak di Gunung Bunder, Bogor
.
Orang-orang mungkin mengenal tempat ini sebagai daerah wisata yang mengandung mistis, tapi menurut saya tempat ini terlihat sangat eksotis dan indah, terutama dengan air terjunnya yang banyak, pepohonan yang rindang, airnya yang jernih dan bebatuan yang masih terlihat alami.

Memang agak sedikit gelap di beberapa tempat dan juga jalannya yang agak sedikit licin, tapi mungkin juga karena waktu itu saya bepergian di saat musim penghujan dimulai.




Dua tahun yang lalu kami kesana mengendarai mobil pribadi dan dibutuhkan waktu sekitar 2 jam saja untuk sampai di curug dari jakarta. Itu sudah termasuk beli cemilan untuk di jalan. hehehe. Sesampainya disana terlebih dahulu kami singgah di warung untuk makan siang. Teh panas dan mie instan cukup membuat kami hangat di tempat yang memang terkenal dengan kota hujan ini. Setelah makan kami berhenti sejenak untuk berfoto-foto di pepohonan yang tertata rapi.


Sebelum lanjut, kami membayar dulu tiket sebesar Rp. 15.000 di pintu masuk utama objek wisata Gunung Bunder.  perjalanan menanjak ke atas dengan kecepatan hanya 20 km/jam karena takut tergelincir di jalan yang licin. Setelah sampai ke tujuan utama, yakni Curug Seribu, mobil di parkir tapi kita langsung naik ke tempat tujuan karena hujan yang tiba-tiba sangat besar. Sekitar 10 menit hujan reda barulah kami keluar. Dengan membayar lagi tiket masuk sebesar Rp. 5.000 kami langsung menaiki satu demi satu tangga menuju tempat air terjun dengan sangat hati-hati dan berpegangan satu sama lain.


Ternyata perjuangan kami tidak sia sia. Kami takjub melihat pemandangan yang luar biasa cantiknya. Air terjun dari yang terkecil sampai yang terbesar, air  yang dingin tetapi menyegarkan namun bisa langsung diminum itu ada di depan kami. Memang tidak seberapa dibandingkan dengan grand canyon, US. Tapi cukup indah dipandang juga. Dingin tapi juga menyegarkan. Rasanya ingin lagi kembali ke sana.





0 comments
Labels: , ,

Perjalanan 2 hari 1 Malam ke Jogja

Akhir Bulan Oktober kemarin saya dan teman-teman SMA yang masih aktif nge-group ini travelling ke Jogja selama 2 hari satu malam, walaupun secara teknis perjalanan kita sampai Jogja dimulai dari naik
kereta malam #jug ijag ijug ijag ijug# hehhehe jadi total perjalanan 2 hari 2 malam secara
backpacker-an. Ekonomis boww.

Baca juga artikel saya tentang Keindahan wisata curug seribu

Setelah satu bulan sebelumnya hunting tiket murah, akhirnya berangkat juga kita pada hari kamis, 30 Oktober jam 23.30 malam naik kereta progo dari Stasiun Senen. Tidak lupa saya bawa serta Jasmine ke Jogja supaya punya pengalaman traveling. persiapan standard travelling kali ini yaitu...
  • Dompet dan kartu2nya (masa iya lupa) :p
  • Baju ganti 3 stel dan daleman x 2 (untuk Jasmine) , syal, Jaket dan cardigan dipake biar ga berat tasnya
  • Alat mandi. Mungkin menginap di hotel, tapi untuk jaga-jaga siapa tau mereka engga menyediakan keperluan kamar mandi alias kamar mandinya aja.
  • Handuk kecil.
  • Obat-obatan, seperti minyak kayu putih, tolak angin, antimo, pads (cewe2 pasti tau), obat sakit kepala, betadine dan plesternya.
  • Alat kosmetik (sisirnya kelupaan) :( & sunblock (biar eksis terus xixixii)
  • payung, buat persiapan di Borobudur yang pasti panas beud

Di dalam kereta ada sedikit kehebohan antara emak-emak. riweuh juga yang pada bawa anak karena mereka salah gerbong dan sedang sedikit berselisih dengan penumpang lainnya. Dengan sedikit malu teman-teman akhirnya pindah gerbong setelah meminta maaf terlebih dahulu. Tapi kejadian lagi nih, soalnya saya sebagai pemesan tiket engga ngurut booking bangkunya (keliatan banget amatirnya). hihiihiii.. walhasil kita pada terpisah-pisah. Maafkan daku teman-teman.. hahhaa

Sampai di Stasiun Lempuyangan jam 7 pagi. Menghirup udara Jogja yang tak berpolusi (atleast ga banyak). Setelah berfoto-foto kita cari tempat buat sarapan lalu diantar dengan mobil rental yang memang sudah berjejer rapi diluar stasiun ke hotel.

Hotel Lilik, yang berjarak hanya 50 meter dari Malioboro itu cukup nyaman. Kamarnya luas, furniture rapi dan baru, kamar mandi dalam bersih. Dengan harga sewa Rp. 550ribu per kamar yang dihuni oleh 7-8 orang terbilang cukup murah lengkap dengan sarapan lagi. Kita sewa 2 kamar plus ekstra bed di masing masing kamarnya. penampakannya:



Setelah mandi dan istirahat, kita langsung menuju Borobudur di Magelang. Lumayan cukup lama juga kira-kira 1,5 jam sampai sana. Begitu sampai langsung disambut hangat oleh penyewa payung yang membandrol sewa Rp 5000 per payung dan juga tukang penjual topi. Capcus langsung masuk ke Borobudur dengan tarif tiket Rp. 30.000 per orang, anak2 dibawah 6 tahun Rp. 15.000. Sayangnya beberapa teman tidak masuk. Sebelumnya foto dulu ah :D

Ternyata puanasnya poll banget. Tapi setaralah sama senengnya dah bisa liat salah satu dari 7 keajaiban dunia ditambah harus nerangin sejarahnya sama anakku ini, jadi dia ga cuma mempelajari dari buku, tapi juga langsung melihat wujudnya.


Turun dari candi kita langsung berhadapan dengan para penjual kaki lima yang berderet-deret dengan rapi. pre-shopping sebelum shopping beneran di Malioboro. hehehe



Capcus ke Gunung Merapi-nya Mbah Marijan di Sleman. Sampai disana, Kaliurang kita harus naik Jeep untuk naik ke Gunung Merapi. Menelusuri sejarah meletusnya gunung merapi dan menewaskan Mbah Marijan, si penjaga dan juga Museum Mini si saksi bisu amukan letusan Merapi. 

Museum Mini
Indahnya kebersamaan










Malamnya kita langsung ke Malioboro yang cukup dengan berjalan kaki setelah beristirahat dan mandi di hotel. Harga yang murah dan suasana yang nyaman, hampir semua orang berjalan kaki sepanjang Malioboro menjadikan kita tenang berbelanja disana. Dengan beraneka pilihan dari murah sampai mahal (yang kebanyakan pasti murah meriah dengan kwalitas bagus), kita berbelanja oleh-oleh sampai kaki pegel. hahhaha

Met pagi Jogja!

Setelah sarapan berat dengan nasi, ayam dan tempe goreng, soup yang disediakan oleh hotel, kita lanjut lagi ngebolang ke Keraton Jogja, beli oleh-oleh bakpia di Bakpia 25 dan 99 baru balik ke Malioboro. Jam 12 teng kita check out hotel dan langsung balik ke Stasiun Lempuyangan.
Nunggu kereta sampai jam 4 sore, berasa bulukan disana. Tapi sempet2nya foto sih :D



Akhirnya setelah melewati 8 jam perjalanan, yang mana ngaret sejam sampai di Stasiun Jatinegara, saya sampai juga dirumah jam 2 pagi dengan selamat. Alhamdulillah... Setelah cuci muka dan beberes seperlunya, tanpa ba bi bu saya dan Jasmine langsung tidur dengan pulas. 


Goodnight, 

Tertidur tanpa bermimpi.


1 comments
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...